Guna memastikan transaksi berjalan tanpa ada kerugian yang dialami penjual atupun pembeli, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui UPT Metrologi melaksanakan tera ulang di pasar kota Rembang.

Di halaman pasar secara bergantian berbagai jenis timbangan milik pedagang di cek keakuratannya. Jika hasil pengecekan timbangan tersebut tidak akurat maka akan dilakukan perbaikan di lokasi.

Timbangan yang diperiksa, dibongkar kemudian ada proses penguasan untuk pembersihan, untuk kondisi tertentu ada kerak yang menempel maka akan di skrap. Selanjutnya ada proses menggerinda di bagian- bagian tertentu dan sebagian dilakukan penambalan jika Anak Timbangan mengalami penurunan berat karena usia.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM , M. Mahfudz mengatakan tera ulang ini bertujuan memberikan kepercayaan dan perlindungan bagi konsumen dalam hal ini masyarakat.

“Tera ulang ini dilakukan agar pedagang bisa menjual sesuai ukuran dan kewajibannya. Contohnya konsumen beli beras 1 kilogram maka penjualnya memberikan beras ya 1 kilogram, tidak ada kekurangan baik itu disengaja maupun tidak, ” ujarnya.

Tera ulang di pasar Rembang kota ini dilaksanakan sekitar 3 sampai 4 hari dan dimulai hari senin (4/7) kemarin. Pasalnya dari data tahun 2021 ada 2.519 timbangan berbagai jenis yang digunakan oleh para pedagang.

Dalam pelaksanaan tera ulang, Pihaknya bekerjasama dengan reparatir atau pihak ke 3. Mereka nantinya akan melakukan tera ulang ke-15 pasar yang ada di Kabupaten Rembang.

Bagi siapa saja yang menghadapi permasalahan alat ukur, pihaknya mempersilahkan untuk menghubungi Dindagkop dan UKM. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan tera ulang.

“Biasanya kalau ada indikasi alat ukur kurang dari takarannya masyarakat yang melaporkan. Namun pedagang juga bisa melaporkan dan meminta tera ulang ketika alat ukurnya mengalami kelebihan dalam pengukuran, nanti kita yang memperbaiki jadi akurat,” jelasnya.

Dari kegiatan tera ulang ini ada retribusi yang dibayarkan kepada pemerintah daerah. Besaran retribusi Rp. 15 ribu sedangkan Rp.25 ribu untuk reparatir.

Timbangan atau alat ukur yang telah ditera maka diberi stiker khusus. Selain stiker timbangan itu juga diberi cap ukir yang menandakan bahwa telah ditera ulang.(Dari Rembang Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…