Musang atau luwak kerap kali dianggap sebagai hewan hama atau perusak. Namun di tangan pemuda asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, musang bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang jumlahnya cukup fantastis.

Akhmad Sulistiyono namanya, bermula dari hobi memelihara musang, dirinya kini beralih menjadi peternak musang. Keprihatinannya melihat populasi musang di hutan yang sudah mulai punah akibat perburuan liar mendorong dirinya untuk terjun dalam bisnis ternak musang.

Dirinya mengaku telah menggeluti bisnis beternak musang sejak 5 tahun lalu. Hingga sekarang, dirinya memiliki 10 indukan untuk menghasilkan anakan musang yang siap diperjual belikan.

“Musang di alam sudah mulai berkurang populasinya, karena diburu dengan ditembak. Kemudian saya mulai menangkan dana memelihara musang dari alam,” kata dia

Dalam satu tahun, ternak musang yang ditekuninya dirinya bisa menghasilkan anakan musang sebanyak 4 kali. Setiap indukan bisa menghasilkan 3-4 ekor anak musang.

Untuk harga satu ekor musang berusia 3 bulan, lanjut dia, biasa dibandrol dengan harga Rp. 450 ribu hingga Rp. 12 juta. Harga tersebut tergantung dari gen dan jenis musangnya.

“Harga termurah mulai yang normal sekitar Rp. 450 ribu umur 2 bulan dan yang termahal jenis mozaik umur 3 bulan sampai Rp. 12 jutaan,” jelasnya.

Sementara untuk omset yang didapatkannya mencapai Rp 10 – 11 Juta per sekali panen. Media sosial dan jejaring komunitas ia manfaatkan untuk memasarkan musang miliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

154 mahasiswa UYR diwisuda, Wabup meminta ciptakan lapangan kerja baru

  REMBANG – 154 mahasiswa Universitas YPPI Rembang (UYR), Hari Rabu (16/11),…

PT. BPR. BKK. Lasem launching Virtual account

  REMBANG – PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Kredit Kecamatan (BKK)…

TRP akan dijadikan Taman Wisata dan Wisata Kuliner

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana akan membangun Taman Wisata dan…