Akhir-akhir ini thrift shop atau penjualan produk bekas sangat populer di kalangan masyarakat khususnya kaum muda. Selain karena dijual dengan harga miring, kualitas dan model pun tak kalah saing dengan merek ternama.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa kelompok anak muda Rembang yang mencoba mencicipi gurihnya thrift shop. Mereka tergabung dalam Rembang Thrift Market (RTM) yang belum lama ini menggelar pameran di halaman Petak Space and Gallery.

Salah seorang panitia Rembang Thrift Market, Dwi Nur Rochim menyampaikan, Sebelum ada Rembang Thrift Market, para seller thrift shop menjual barangnya secara online di tempat masing-masing. Kemudian para seller thrift shop mulai berkumpul dan bergabung pada tanggal 23 Maret 2020.

Pada 1 Januari 2021, mereka mengadakan acara pameran Rembang Thrift Market yang pertama kali. Sementara acara pada Sabtu (5/2) kemarin, merupakan acara pameran Rembang Thrift Market yang ke 8.

“Jadi sebelumnya kita itu buka toko di rumah sendiri-sendiri atau online. Kemudian tanggal 23 Maret 2020 kita gabung dan merealisasikannya itu taanggal 1 Januari 2021 kita mulai acara pertama. Kalau ini acara ke 8 di Rembang, kalau di Petak Space and Gallery kita sudah 3 kali,” kata dia.

Rochim menerangkan, bagi orang awam mungkin sebutan Thrift tidak begitu familiar. Namun sebenarnya itu hanya nama lain dari istilah awul-awul atau pakaian bekas (second) yang berasal dari luar negeri (impor), yang dijual kembali di Indonesia.

“Untuk Thrift sendiri untuk masyarakat Rembang mengenalnya dengan kata awul-awul. Semejak 5 tahun belakangan di Indonesia trendnya naik, dan dari situ para pemuda dan pegiat fashion mulai mengenal brand dan cara berpakaian yang lebih modis,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, penggemar pakaian Thrift kebanyakan datangnya dari kalangan anak muda. Disamping bisa memakai brand ternama dari luar negeri, harganya yang pas dikantong yang membuat Thrift digandrungi anak muda.

Untuk brand yang paling diminati anak muda di Rembang, diantaranya brand GAP dan champions. Diakuinya, penjualan Rembang Thrift Market tertinggi pada saat pameran momen idul fitri tahun kemarin di hotel pollos, penjualannya bisa tembus di angka Rp. 20 juta dalam waktu 5 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…