REMBANG – Car Free Night di jalan Soetomo sudah dilaunching Sabtu (13/8/) kemarin. Uji coba ini akan dilanjutkan sampai dengan hari Sabtu berikutnya, jika respon masyarakat baik. Harapannya menjadi salah satu ikon wisata di Rembang.

Launching Car Free Night oleh Wakil Bupati Rembang H Hanies Cholil Barro’ itu diwarnai dengan sejumlah pameran kriya, Fashion Show dan stand milik para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Acara dengan panggung megah itu diwarnai dengan pertunjukan seni asli Kabupaten Rembang diantaranya Seni thong-thong lek. Para musisi serta penyanyi potensial Kota Garam juga tampil pada momentum pertama kali digelar di Rembang itu.

Selain itu, gemerlap lampu juga mengiringi Fashion Show dengan desainer dan model yang dari Kota Santri. Tak ketinggalan karya dari para penyandang disabilitas mewarnai panggung Fashion Show dinobatkan sebagai Soetomo Fashion Week.

Kepala Dindagkop dan UKM Rembang, Mahfudz mengatakan kegiatan tersebut melibatkan semua pihak yang bergerak di bidang kesenian, dan industri kreatif.

Selain itu UMKM juga turut terlibat, serta kerajinan masyarakat disediakan 20 stand untuk pameran. Termasuk juga PKL yang sudah lama menempati jalan Seotomo dilibatkan dilokasi untuk menjajakan dagangannya.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini ialah untuk memberikan ruang pada masyarakat semuanya untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di sektor UMKM dan Kreatifes atau industry kreatif yang akan menampilkan produk UMKM kita dari pengembangan potensi dan budaya. Agar kegiatan masyarakat Rembang setiap malam minggu akan menjadi zona Car Free Night,” beber Mahfudz.

Sementara Wakil Bupati Rembang, HM. Hanies Cholil Barro’ mengatakan pembatasan mobilitas kendaraan dan pejalan kaki itu merupakan konsep kegiatan kembali bangkitnya ekonomi kreatif selama masa pandemi.

Ia meminta kepada dinas terkait untuk menggandeng semua pihak pada momentun Car Free Night agar lebih kreatif pada minggu-minggu berikutnya.

“Ini sengaja kegiatan yang kita gelar melibatkan UMKM, PKL, kawan-kawan pekerja seni kreatif kita libatkan pada kegiatan ini, dengan tujuan membangkitkan ekonomi kreatif pasca pandemi. Semoga sehat semua dan dapat menikmati pertunjukan dan kuliner yang dipamerkan,” jelasnya.

Untuk penutupan arus lalu lintas setiap malam minggu, dari arah barat perempatan Jaini atau sebaliknya akan ditutup di perempatan sebelah selatan rumah dinas Kapolres Rembang. Sedangkan dari arah timur sekitar perempatan kempong. Arus lalu lintas akan dialihkan melalui jalur di jalan majapahit atau arah RSUD.

Bagi masyarakat yang yang ingin berkunjung ke kawasan Car Free Night, pemerintah menyediakan kantung parkir di depan rumah dinas Kapolres Rembang.(ASMUI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…