Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui tim pengendali inflasi daerah (TPID) menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, angka inflasi di Kabupaten Rembang saat ini lebih tinggi jika dibandingkan angka di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan nasional.

Secara terinci, angka inflasi di Kabupaten Rembang Bulan November 2022, ada di angka 6,50 persen di atas angka inflasi Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 5,81. Sementara nasional di angka 5,42 persen pada bulan yang sama.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, saat rapat koordinasi inflasi, di Pendapa Museum RA. Kartini, Hari Kamis (29/12), membenarkan hal tersebut, meski demikian inflasi di Rembang dipastikan masih dapat terkendali.

Karena pada bulan September lalu inflasi di Kabupaten Rembang diangka 6,82 persen. Kemudian pada bulan Oktober turun menjadi 6,62 persen. Dan 6,50 persen pada bulan November 2022 ini.

“Inflasi di Rembang, Pati, Kudus, Jepara dan sekitarnya pada Bulan September ini 6,82 persen. Oktober turun menjadi 6,62 persen. Bulan November 6,50 peren,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz mengajak masyarakat senantiasa bersyukur. Karena inflasi di Indonesia khususnya di Kabupaten Rembang masih terkendali.

Harga sejumlah kebutuhan pokok masih normal meski ada kenaikan. Tetapi pemerintah daerah melalui tim pengendali inflasi daerah tetap menyiapkan sejumlah langkah agar tidak ada kenaikan harga yang signifikan menjelang tahun baru 2023.

“Kalau kita melihat negara lain, negara yang lebih maju itu ngeri. Amerika, Inggris dll inflasinya luar biasa. Tetapi di Indonesia bisa mengendalikan inflasinya maka kita perlu bersyukur karena dalam kondisi ini masih mampu mengendalikan inflasinya,” kata Hafidz

Bupati juga menegaskan untuk stok pangan di Kabupaten Rembang dipastikan aman untuk jangka waktu 18 bulan ke depan. Apalagi, para petani Kota Garam, sekitar empat bulan lagi, sudah memasuki masa panen.

Untuk menekan angka inflasi pemerintah Kabupaten Rembang melalui dinas-dinas terkait sudah menggelar pasar murah. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…

Cegah Anak Putus Sekolah, Baznas Punya Program Santunan Cerdas

REMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang memiliki program unggulan…