Smart City Jadi Prioritas Tahun 2023

Pemerintah Kabupaten Rembang, pada tahun 2022 ini, telah menganggarkan Rp. 1,3 Milyar untuk mensukseskan program smart city. Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat Forum Konsultasi Publik Rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2023, di Pendapa Museum RA. Kartini, hari Kamis (27/1).

Bupati mengatakan pemberdayaan sumber daya manusia sangat penting, teknologi yang akan kita terapkan smart city menjadi skala prioritas untuk bagaimana kemajuan-kemajuan yang ada ini didukung dengan smart city.

“Smart city ini memang lebih efektif, lebih efisien, mudah-mudahan tahun ini , bisa kita mulai,” Imbuhnya.

Bupati menerangkan untuk anggaran memang terbatas baru Rp. 1,3 Milyar. Sedangkan untuk memenuhi perangkat Smart City di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp. 13 Milyar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati mengungkapkan pembangunan Kabupaten Rembang tahun 2023 difokuskan pada 9 instrumen yaitu pemantapan kualitas tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan dan peningkatan perekonomian.

Selain itu pembangunan difokuskan pada pemantapan kualitas infrastruktur daerah, pemantapan kualitas lingkungan hidup, percepatan penurunan angka kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran dan percepatan kemandirian desa.

Sri Wahyuni menjelaskan 10 program unggulan yang ingin dilaksanakan pada tahun yaitu digitalisasi birokrasi dan Rembang smart city; darmasiswa dan darmaguru, gerakan kembali ke sekolah; penanganan kesehatan masyarakat (homecare, aplikasi Kresno); peningkatan kualitas sumber daya perempuan melalui Industri Rumahan, pengentasan kemiskinan melalui penguatan kelembagaan berbasis data.

Program unggulan lainnya berupa peningkatan tata kelola dan sarana prasarana pasar tradisional; pembangunan embung, normalisasi sungau dan penguatan ketersediaan air; peningkatan infrastruktur dan pembuatan Ruang Terbuka Hijau di setiap kecamatan; pengembangan Balai Latihan Kerja untuk penciptaan lapangan kerja mandiri; penguatan destinasi wisata dan perdesaan menuju desa mandiri dan sejahtera.(Dari Rembang Masudi melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *