Semua anak dalam kondisi apapun harus sekolah

REMBANG – Semua anak dalam kondisi apapun, harus bersekolah. Baik layanan pendidikan formal maupun melalui pendidikan non formal.

Chief of Field Office Unicef, Arie Rukmantara, saat berkunjung ke Rembang, Kamis (18/4) mengatakan United Nations Children’s Fund (Unicef) sebagai Badan Persatuan Bangsa-bangsa yang menangani permasalahan anak.

“Unicef tidak bisa melarang sistem pendidikan di Indonesia. Karena Unicef bukan pemerintah Indonesia.” imbuhnya. 

Ia menambahkan walaupun Unicef tidak bisa melarang sistem pendidikan di Indonesia. TetapI Unicef mendukung standarisasi atau norma pencegahan pernikahan dini di negara-negara manapun.

Salah satunya bentuk standarisasi dengan melakukan inovasi-inovasi pencegahan pernikahan anak secara dini.

Dicontohkannya anak yang menikah di bawah undang-undang lalu si perempuan hamil harus dijaga akses pendidikannya. Jangan sampai putus sekolah seusai melahirkan anaknya.

“Dipastikan tidak ada yang tertutup dari pelayanan sosial, psikologis, psikiater dan lain-lain” ujarnya.

Arie Rukmantara mengungkapkan anak sedang pacaran, upaya pencegahannya dilakukan penundaan perkawinan dengan cara menikah setelah dewasa. Walaupun mereka sudah punya anak di luar perkawinan.

Dengan adanya pencegahan perkawinan dini itu menurut Arie agar anak bisa mengakses hak anak salah satunya akses memperoleh pendidikan.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *