Seluruh Peserta Popda 2022 Maksimal Kelahiran 2005

Ada perubahan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2022. Dimana hanya atlet maksimal kelahiran 2005 yang bisa bertanding.
Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dindikpora Rembang, Haryanto menyampaikan penyelenggaraan Popda sebelum pandemi dibagi menjadi tingkatan SD,SMP, dan SMA. Baik ditingkat Provinsi maupun ditingkat eks-karsidenan Pati.
Namun semenjak adanya pandemi Covid-19, regulasi terkait usia peserta berubah. Untuk tahun 2022 ini sudah ditetapkan bahwa seluruh peserta Popda maksimal kelahiran tahun 2005. Jadi sudah tidak ada lagi tingkatan SD,SMP dan SMA.
Adanya perubahan tersebut menjadi suatu keresahan tersendiri bagi Dindikpora Rembang. Pasalnya dengan adanya aturan baru tersebut, dikhawatirkan terjadi ketidakseimbangan antar atlet.
Kalau kelahiran 2005 asumsi saya kan usia 17 tahun, yang main anak SMA, lha kemudian yang SD dan SMP kan jelas kalah,” kata dia.
DItak sampai disitu, keresahan Dindikpora Rembang berlanjut ketika Provinsi Jawa Tengah akan meniadakan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Dengan alasan masih ada pembatasan-pembatasan di masa pendemi ini.
“Kalau di Provinsi tidak ada minimal di tingkat eks-karsidenan kan harus ada sebagai penyalur bakat olahraga pelajar. Takutnya minat olahraga di SD, SMP dan SMA nanti hilang,” imbuhnya.
Dirinya menambahkan, jika Popda terselenggara tahun ini, maka tidak akan ada seleksi pemain melalui perlombaan baik ditingkat kecamatan maupun Kabupaten. Sebab tidak ada anggaran untuk menggelar perlombaan tersebut.
Nantinya seleksi akan dilakukan secara internal untuk memilih yang terbaik dari masing-masing cabor yang akan diikutkan di ajang perlombaan tingkat Provinsi. Dindikpora akan melakukan koordinasi dengan masing-masing sekolahan untuk mencari yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *