SD 2 Leteh Kembali Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh
SD 2 Leteh Kembali Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

SD Negeri 2 Leteh Rembang kota menghentikan sementara aktifitas pembelajaran tatap muka setelah ada temuan enam orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Temuan kasus tersebut sutelah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR). Setelah hasilnya keluar, lima orang guru dan satu orang siswa terkonfirmasi Corona virus.

Akibatnya SDN 2 Leteh memutuskan menghentikan sementara proses pembelajaran tatap muka (PTM). Penutupan berlangsung mulai tanggal  15 – 21 Februari 2022. Mereka saat ini kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala sekolah setempat Edy Muryanto mengatakan, tes PCR dilakukan setelah salah satu guru ditempatnya mengajar dinyatakan positif Covid-19. Kemudian pihaknya langsung menggelar tes PSR untuk 18 guru yang ada di sekolah tersebut.

Pihaknya langsung mengambil langkah dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Diputusakan untuk menggelar PSC secara kolektif.

“Saya menghentikan pembelajaran karena ada guru kami yang terpapar Covid, pada mulanya hari Sabtu tanggal 5 Februari, ada guru kami yang melakukan swab dan dinyatakan positif. Kemudian saya ambil langkah kordinasi dengan Kowil, Kecamatan Rembang, Puskesmas, BPBD dan Dinas Pendidikan. Kowil menyatakan untuk pembelajaran tatap muka dihentikan,” katanya.

Setelah mendapatkan hasil PCR, orang tua siswa mengusulkan agar proses pembelajaran untuk sementara digelar secara daring penuh, untuk mengantisipasi menyebarnya kasus Covid-19.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 semua ruang kelas dan ruang guru disterilkan dengan penyemprotan cairan disinfektan oleh petugas BPBD. Edy mebambahkan, PJJ masih akan dilaksanakan mulai hari senin tanggal 21 Februari 2022 sambil menunggu perkembangan lebuh lanjut.

Di Kabupaten Rembang percepatan vaksinasi anak usia 6 hingga 12 tahun sudah 78, 21% dari jumlah siswa yang ada. Seperti di SDN 2 Kelurahan Leteh sendiri  dari jumlah siswa mulai kelas 3 sampai 6 paralel 390 siswa sudah divaksinasi 1 dan 2  hanya kelas 1 dan 2 yang belum di vaksin karena pelaksanaanya bersamaan imunisasi. (Asmui)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…