LASEM – Keberadaan Madrasah Diniyah sangat membantu masyarakat Indonesia khususnya warga Kabupaten Rembang. Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Rembang, di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin, Desa Bonang, Kecamatan Lasem, hari Ahad (16/10).

Bupati mengatakan madrasah diniyah akan menciptakan orang punya ilmu dan menuju bertaqwa kepada Allah. Kalau orang itu berilmu dan bertaqwa pada Allah, tidak akan mengalami kelaparan.

“Kalau orang itu berilmu dan bertaqwa pada Allah, tidak akan mengalami kelaparan. Karena berkahnya langit diturunkan, berkahnya bumi dikeluarkan. Ini janji Allah SWT, sehingga dengan adanya madrasah-madrasah diniyah ini, saya yakin salah satu keyakinan kita, Indonesia, Rembang, tidak mengalami krisis pangan,” imbuhnya.

Hafidz mengungkapkan ngerinya kelaparan di dunia akibat krisis energi dan krisis pangan. Sehingga setiap hari terdapat 5 ribu orang mengalami kematian karena kelaparan.

Selain itu berkat doa dari orang berilmu dan bertaqwa, di Rembang tidak ada kelaparan bahkan hasil pangan mengalami surplus. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan pangan, hasil panen padi kita cukup untuk 6 bulan ke depan.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah (FKDT) Kabupaten Rembang, Ahmad Sururi menyampaikan dilaksanakannya kegiatan porsadin untuk memilih wakil Kabupaten Rembang, dalam lomba yang sama di tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang akan ditempatkan di Kabupaten Kudus, pada tanggal 3 sampai 5 November 2022 nanti.

“Juara-juara juara 1 akan kita kirimkan ke tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Ahmad Sururi menjelaskan dalam kegiatan itu diikuti 14 Dewan Perwakilan Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.

Pria asal Kecamatan Sale itu menerangkan dalam kegiatan Porsadin itu diisi lomba perorangan baik putra maupun putri meliputi bulu tangkis tunggal tahfidz juz ‘amma, Musabaqah Qira’atil Kitab Safinatun Najah, pidato Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Arab, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Murattal wal Imla’, Kaligrafi, Puisi Islami, Lari Sprint 80 meter, Tenis Meja Tunggal dan Catur Cepat.

Sedangkan lomba beregu berupa Cerdas Cermat Diniyah, bulu tangkis ganda dan Tenis Meja Ganda.

Berdasarkan data dari panitia, juara umum diraih Kecamatan Sarang. Disusul Kecamatan Pancur dan Kecamatan Lasem sebagai juara umum kedua dan ketiga.Karena Kecamatan di ujung Timur Rembang, ini telah menjadi juara umum 3 kali berturut-turut, maka dinobatkan sebagai juara bertahan.(Masudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…