Sang Ayah Melihat Langsung Luka Bekas Kemaluan Anaknya Dibakar

SEDAN – Beredar viral video di media sosial yang menayangkan sebuah keluarga yang meminta keadilan karena tulang punggung keluarganya dinilai menjadi korban salah tangkap oleh aparat Kepolisian. Video itu pun ramai diperbincangkan dan mendapat banyak komentar dari warganet.

Dalam video berdurasi 1,24 menit itu juga menampilkan kronologi singkat sebelum ayah 2 anak itu ditangkap polisi. Bahkan juga dijelaskan dalam video itu, laki-laki yang diketahui bernama Aldi (28) warga Desa Sedan, Kecamatan Sedan, disiksa agar mengakui perbuatan yang tak dilakukannya.

Mulai dari dipukuli, disetrum dan parahnya alat kelaminnya dibakar hingga menimbulkan cacat permanen. Kondisi luka usai mendapat siksaan itu diketahui pihak keluarga ketika menjenguk Aldi di Kepolisian Resort (Polres) Gresik.

Ayah kandung Aldi, Solih menyampaikan setelah mengetahui anaknya diamankan di Polres Gresik, ia langsung menuju ke sana. Aldi diamankan setelah diduga menjadi penadah handphone hasil perampokan dan pembunuhan di Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (28/11).

Dirinya mengungkapkan, luka siksaan yang didapat anaknya itu benar-benar dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Bahkan ia memiliki bukti foto dari kondisi luka di bagian alat vital Aldi.

“(bulu kemaluannya) sampai hilang separuh, kulit testisnya sampai terkelupas. Sebagai orang tua saya sudah tidak kuat melihatnya. Dan ada bercak seperti bekas disulut rokok di sekitar kemaluannya,” kata dia saat ditemui di rumahnya di Desa Sedan Kecamatan Sedan, Senin (18/12).

Hal itu lah menjadi alasan pihak keluarga memberanikan diri untuk membuat video yang akhirnya menjadi viral. Pihaknya pun berani membuktikan jika ada pihak yang mengklaim tindak penyiksaan itu tidak benar.

“Itu (luka penyiksaan) di foto semuanya sama teman saya, karena sampai sana saya (Gresik) malam. Kata anak saya itu lukanya dari disetrum, sama dibakar pakai baygon (obat nyamuk semprot) yang disulut api di bagian kemaluan,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari anaknya, ketika peristiwa penyiksaan itu terjadi mata Aldi ditutup menggunakan kain. Namun ketika itu Aldi mendengar ada yang menyebut satu nama oknum pelaku penyiksaan.

Siksaan yang didapat anaknya itu, lanjut dia, merupakan sebuah paksaan untuk mengakui jika Aldi seorang penadah HP hasil perampokan dan pembunuhan di Gresik. Padahal anaknya itu hanya berniat tukar tambah, bukan jual beli HP.(Rendy/Msd/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *