REMBANG – Tingkat kesadaran masyarakat untuk merawat kebersihan Kota Pusaka Lasem menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera ditangani. Pasalnya, hampir setiap hari sampah plastik berserakan di sepanjang jalan Desa Karangturi yang menjadi kawasan Kota Pusaka Lasem.

Hal itu diperparah belum tersedianya tempat sampah di jalan yang belakangan ini banyak mendapat kunjungan dari masyarakat. Bahkan beberapa kali juga ditemukan botol minuman keras ditinggal di bawah kursi.

Kepala SD Negeri Karangturi Lasem, Dhina Widiati, menyampaikan sampah-sampah tersebut hampir dijumpainya setiap pagi di sepanjang jalan Desa Karangturi saat dirinya berangkat ke sekolah.

”Kebetulan desa saya di selatan Karangturi. Sehingga setiap hari lewat jalan Kota Pusaka yang sudah dibangun pemerintah. Setiap pagi, sampah pengunjung yang datang setiap malam berserakan di sepanjang jalan,” kata dia.

Untuk mengurangi sampah yang bertebaran di Kota Pusaka Lasem Desa Karangturi itu, Siswa dan Guru SD Negeri Karangturi digerakkan untuk memunguti sampah-sampah itu. Aksi tersebut diberi nama Sabtu bersih yang bakal menjadi program Mingguan SDN Karangturi.

“Sudah dua kali kami melakukan aksi bersih sampah di Desa Karangturi. Pertama itu kita bersihkan karena saking kotornya. Kemudian kok tidak menyelesaikan masalah, mungkin karena belum ada tong sampahnya. Akhirnya kita beri tong sampah pada kasi kedua,” bebernya.

Disebutkannya sampah yang berhasil dibersihkan dalam sekali aksi mencapai 10 kantong plastik ukuran besar. Meski ke depan bakal disediakan tempat sampah, menurutnya kesadaran masyarakat akan kebersihan tetap wajib ditingkatkan.

“Yang jadi masalah itu pada kebiasaan masyarakat. Meskipun ada tempat sampah itu saja kadang memasukannya tidak tepat, apalagi ini tidak ada tempat sampah. Pasti tercecer di bawah-bawah kursi yang bagus-bagus itu,” terangnya.

Aksi bersih lingkungan di sekitar Kota Pusaka Lasem itu, kata dia, juga sebagai upaya untuk menanamkan pembelajaran menjaga kebersihan bagi anak-anak SD Karangturi. Meski diakuinya jumlah siswa di sekolahnya berjumlah hanya 40 orang saja.(Dari Lasem Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…