REMBANG – Panggung “Rembang Night Festival” digelar Rabu malam (20/9) di jalan Kartini depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, berlangsung sangat meriah. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 semua aktifitas masyarakat dibatasi termasuk panggung hiburan.

Festival dalam rangka ke-281 Kabupaten Rembang, diisi beragam pertunjukan lampu mewarnai langit-langit depan panggung hiburan, ditambah pementasan musik, fashion show dan carnival juga musik menghiasi sudut kota.

Puluhan stand usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dari sejumlah wilayah setempat berjajar rapi meramaikan acara yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat itu.

Bupati Rembang, H Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang, HM. Hanies Cholil Barro’ bersama sejumlah pejabat yang duduk di bawah tenda dibuat terpukau dengan penampilan fashion show dengan iringan musik kontemporer itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin mengatakan, Rembang Night Festival merupakan wujud nyata atau kombinasi kreatifitas anak muda, seniman Rembang di bidang desain, musik, dan fashion show serta karnival.

“Kegiatan sudah kita mulai sejak pukul 10.00 WIB. dengan menyajikan dan menyiapkan UMKM dari berbagai usaha yang terbentang di depan panggung. Kegiatan tersebut untuk mendukung kreatifitas anak muda, dan seniman di Rembang,” kata Kepala Dinbudpar.

Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz memberikan apresiasi dan mendukung semua program utamanya UMKM agar menyelenggarakan event promosi melalui kegiatan seperti Rembang Night Festival.

Hafidz mengaku pihaknya sudah memerintahkan kepada Dinbudpar agar membuat event setiap minggu dalam rangka promosi UMKM.

“Pemerintah berharap segera ada pertumbuhan ekonomi untuk supaya meningkat. UMKM tidak hanya batik, bisa makanan, jajanan atau apapun bisa dibuat event setiap minggu membuat event. Agar keterpurukan ekonomi karena Covid agar segera pulih,” beber Bupati.

Dalam kegiatanbitu para pelajar mulai tingkat TK hingga SMP berjalan lenggak lenggok diatas casual. Tepuk tangan meriah ribuan warga yang memadati jalan kartini itu menyambul model-model masa depan Rembang yang memamerkan busana batik Lasem dengan berbagai desain.

Merekapun tak merasa canggung untuk mengenakan sepatu dengan hak tinggi sambil bergaya layaknya mereka model yang sudah profesional. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…