Pelayanan Perijinan Kapal agak sepi karena musim baratan

Ratusan kapan besar masih terparkir di dermaga Pelabuhan Tasikagung Rembang. Sampai dengan tanggal 03 Februari 2022, masih banyak nelayan kapal besar yang belum berangkat melaut. Mereka masih menunggu terbitnya surat ijin berlayar dari otoritas terkait.

Kepala kantor Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang Yunus Mintarso melalui Bagian Pengelola Sumberdaya Tangkap Sukur mengatakan, untuk kapal yang dibawah 30 GT surat ijin berlayarnya banyak yang sudah keluar. Karena menjadi wilayah pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Namun untuk kapal diatas 30 GT surat ijin berlayarnya menjadi kewenangan pusat. Pemerintah pusat sendiri sudah pernah membuka gerai pelayanan perijinan bagi kapal-kapal besar diatas 30 GT di kantor Pelabuhan Perikanan Tasikagung Rembang beberapa waktu yang lalu. Tetapi persyaratan yang diajukan nelayan belum lengkap sehingga surat ijin berlayar belum bisa terbit.

“Untuk yang sekarang ini sebenarnya sudah jalan untuk yang kewenangan provinsi, tetapi untuk yang kewenangan pusat kemarin sudah dibuka gerai tetapi untuk ijin SIUP dan SIPI nya banyak belum jadi, karena dirasa ijinnya mereka masih keberatan. Tetapi kalau untuk ijin kapal yang kewenangan provinsi banyak yang sudah keluar,” kata Sukur.

Salah satu syarat agar surat ijin berlayar dapat terbit ialah, mereka harus mau mengganti alat tangkap semula cantrang dengan alat tangkap yang baru sesuai ketentuan. Yaitu jaring tarik berkantong.

Sejak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melarang penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan (API) banyak nelayan di Rembang yang sudah mulai beralih dari cantrang dengan alat tangkap yang baru.

Dalam aturan baru, cantrang harus diganti dengan jaring tarik berkantong. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri KP Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di WPP-NRI dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan.

Jika di total jumlah kapan 30 GT ke bawah yang sudah mengurus ijin dengan alat tangkap yang baru jumlahnya 52 unit kapal. Sedangkan jumlah kapal diatas 30 GT yang sudah beralih alat tangkap 200 kapal lebih. Setiap kapal harus menjalani tes uji kelayakan sebelum surat ijin berlayar keluar. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…