REMBANG – Para penyandang disabilitas di Kabupaten Rembang, setelah rampung mendapatkan pelatihan public speaking dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Selasa lalu, sebagian dari mereka langsung dites untuk mengikuti talk show yang berlangsung di Radio Citra Bahari FM Jum’at pagi (2/9/2022) sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Dalam siaran tersebut seorang perwakilan disabilitas diajak berbincang-bincang oleh penyiar Radio Plat Merah di Rembang ini. Ia didampingi oleh Dewi Kurniawa Wijaya seorang tutor public speaking, dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PPKB setempat.

Dalam kesempatan itu Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPKB Ahmad Murtafi mengatakan, setiap tahun para kaum disabilitas mengalami perkembangan yang signifikan. Mulai bertambahnya jumlah komunitas yang muncul menaungi kaum ini, serta jumlah para penyandang disabilitas yang mulai keluar dari zona nyaman untuk membaur dengan umum.

Selain itu, mereka juga tidak malu untuk berinteraksi dan mengikuti sejumlah pelatihan-pelatihan yang digelar dinas terkait. Yang terbaru pelatihan public speaking untuk menambah para penyandang disabilitas tampil percaya diri berbicara di muka umum.

“Untuk eksistensi penyandang disabilitas di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan kualitasnya dan kuantitasnya. Untuk kuantitas ditandai dengan bertambahnya jumlah organisasi yang menaungi para penyandang disabilitas. Yaitu, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Disabilitas Multikarya Rembang (DMKR), Unit Layanan Inklusif Disabilitas (LIDi),” jelasnya.

Salah satu penyandang disabilitas yang mewakili dalam talk show tersebut Saswati Ningrum mengatakan, kemajuan penyandang disabilitas bisa dilihat dari event yang terbaru yakni perayaan hari jadi ke-281 Kabupaten Rembang dan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mereka mengikuti karnaval yang diselenggarakan pemerintah kabupaten lengkap dengan mengenakan dandanan sesuai dengan tema. Bahkan masyarakat dengan sejumlah keterbatasan ini ikut berjalan kaki sejauh 5 kilometer seperti peserta karnaval yang lain.

“Semakin hari temen-temen disabilitas semakin kompak untuk keluar. Karena awalnya untuk mengajak mereka keluar itu sulit mereka lebih sudah di zona nyaman,” tutur wanita 40 tahun yang akrab dipanggil Saras itu.

Dewi Kurniawa Wujaya memberikan apresiasi kepada para penyandang disabilitas yang sudah mau berusaha belajar di depan umum. Karena untuk masyarakat umum tidak semuanya mampu atau berani berbicara di depan umum. Apalagi para penyandang disabilitas pasti ada rasa minder tersendiri.

Untuk itu ia meminta para penyandang disabilitas untuk tampil percaya diri setelah mereka mendapatkan pelatihan public speaking. (asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…