Potensi Panen Padi Bulan Februari Hanya 7.980 Ton

 

REMBANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mengungkapkan bahwa potensi panen padi di bulan Februari ini belum terlalu tinggi. Hal itulah yang menjadi faktor utama penyebab harga beras di pasaran belakangan ini terus merangkak naik.

Diprediksi pada bulan Maret mendatang potensi panen padi baru akan mengalami lonjakan. Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan, Kamis (22/2) menyebut di bulan Januari kemarin lahan pertanian yang panen padi hanya seluas 272 hektar dengan hasil 1550 ton gabah kering panen (GKP).

Sementara bulan Februari ini, potensi panen padi sedikit bertambah menjadi 7.980 ton GKP dengan luas lahan panen 1.400 hektar. Padahal kebutuhan beras di Kabupaten Rembang mencapai 5. 123 ton per bulan.

“Kebutuhan kita 5. 123 ton per bulannya untuk memenuhi konsumsi beras. Hitungan kita jika MT 1 (Masa Tanam) terlewati penuh, kita sudah bisa tercukupi. Nanti pada MT 2 akan meningkatkan surplus kita,” jelasnya.

Sementara panen padi pada bulan Maret mendatang, lanjut dia, baru akan meningkat signifikan dengan potensi hasil panen 29.583 ton GKP dengan luas lahan panen 5.190 hektar. Peningkatan jumlah panen padi itu bakal berlanjut pada bulan selanjutnya dengan potensi hasil panen 67.944 ton GKP dengan luas lahan panen 11.920 hektar.

“Kami sebenarnya bisa memberi informasi terkait potensi produksi. Kami menghitung bahwa kita akan mulai panen raya di bulan Maret dan April,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, saat ini stok beras yang ada dipasok dari luar daerah. Untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang murah, Dintanpan Rembang menggandeng Bulog dan distributor beras mengadakan pasar murah di ivent pasar tani. (Dari Rembang Rendy Melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *