Perdana, Guru Penggerak Dilantik Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah

REMBANG – Sebanyak 18 pejabat fungsional pengawas sekolah dan 36 penugasan guru sebagai kepala sekolah dilantik. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan di Pendopo Museum Kartini, Jumat (29/12).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan kepala sekolah yang dilantik ini merupakan guru yang telah lulus mengikuti uji kompetensi sebagai guru penggerak. Sesuai dengan peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 5958/B/HK.03.01/2022.

Dikatakannya pelantikan guru penggerak sebagai kepala sekolah ini merupakan perdana yang dilaksanakan di kota garam. Ke depan juga bakal diikuti oleh guru penggerak lainnya.

“Ada hal yang baru bahwa kepala sekolah harus yang telah lulus jadi guru penggerak dan ini yang pertama, sejarah bagi Bapak/Ibu. Insya Allah nanti diikuti pelantikan untuk yang lain-lain,” kata dia.

Dirinya berpesan kepada pejabat fungsional pengawas dan kepala sekolah yang telah dilantik agar tidak menampilkan perilaku flexing atau pamer dan sombong seusai dilantik. Untuk itu pihaknya meminta Kepala Dinas terkait untuk mengawasinya.

Sebab, lanjut dia, mutasi jabatan dan sejenisnya bukan sebuah kenikmatan melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan. Sehingga ada pertanggungjawabannya secara kedinasan, administratif, dan agama yang diemban.

“Sekali lagi saya ingatkan, jujur, suka membantu, dan semangat kerja tinggi. Hindari sombong dan pamer,” tegasnya.

Bupati Hafidz meminta kepada guru yang telah dilantik agar segera menyesuaikan dengan tugas yang baru. Baik sebagai pengawas sekolah, kepala sekolah atau kepala sekolah yang dimutasi. Meski diakuinya ada yang merasa tidak puas setelah dimutasi.(Rendy/Msd/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *