REMBANG – Bagi sebagian orang mungkin pernah mendengar nama Morning sickness. Sebuah istilah dalam bahasa kedokteran yang menggambarkan peristiwa dimana orang mengalami mual dan muntah pada masa hamil.

Tentu tak seperti namanya, morning sickness pada dasarnya bisa terjadi kapan saja, bukan hanya pada pagi hari.

Tetapi, mual saat hamil faktanya dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, termasuk pada siang atau malam hari.

Gejala yang muncul pada malam hari terkadang bisa lebih parah atau merepotkan daripada yang terjadi pada pagi hari, sehingga mengganggu waktu istirahat ibu hamil itu sendiri.

Berdasarkan rangkuman dialog Radio CBFM bersama Yuliana salah satu Bidan Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada Rembang Senin (4/7) mengatakan, paling banyak gelaja yang dialami oleh ibu hamil ialah mual, yang disebabkan oleh sejumlah faktor salah satunya dengan bau yang menyengat.

“Gejala morning sickness itu salah satunya mual yang muncul pada pagi hari yang berujung pada muntah yang tidak terlalu banyak. Gejala lain yang menyertai bisa pusing, badan lemes, dan sensitif terhadap bau yang menyengat,” jelasnya.

Pada dasarnya penyebab morning sickness belum diketahui secara pasti. Ini juga berlaku untuk kejadian morning sickness pada malam hari.

Tapi, perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dimungkinkan berperan besar terhadap terjadinya morning sickness itu.

Perubahan indera penciuman yang lebih sensitif dan kerja fungsi pencernaan yang berkurang selama kehamilan juga mungkin dapat mempengaruhi terjadinya morning sickness.

Jika sering muntah atau mengalami morning sickness berkepanjangan maka ibu hamil disarankan untuk segera konsultasi kepada dokter. Apalagi mengalami gejala urine berwarna gelap, tidak Buang Air Kecil selama delapan jam, tidak sanggup menyimpan makanan dan cairan 24 jam. Serta tubuh lemah, pusing dan pingsan.

“Jika ibu hamil mengalami mual yang berkepanjangan, jantung berdetak kencang. Jika ibu hamil mengalami kekurangan berat badan nutrisi, maka akan membuat bayi lahir dengan kekurangan berat badan,” pungkasnya. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Sudah ada 509 Ekor Sapi Terserang PMK

Pemilik sapi di Rembang perlu meningkatkan kewaspadaannya. Kerena Penyakit Mulut dan Kuku…

Dugaan Sementara Rumah Amblas di Dukuh Grajen Karena Ada Sumber Air Besar Di bawahnya

REMBANG – Belasan rumah terancam roboh karena tanah yang ditempati rawan amblas.…

Diduga Mengantuk Truk Seruduk Kendaraan Di depannya

REMBANG – Diduga mengantuk sebuah kendaran jenis truk Fuso, tabrak kendaraan yang…

Menunggu Hibah dari Pusat 83 Pedagang Sudah Berjualan di Pasar Kreatif Lasem

REMBANG – Pengelolaan pasar kreatif Lasem sampai dengan hari ini, masih dipegang…