REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggenjot upaya untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Salah satunya dengan menggencarkan program Forum Kabupaten Rembang Sehat.

Dengan langkah tersebut, pemerintah setempat berharap pihaknya dapat meraih penghargaan tingkat nasional di tahun 2023. Diketahui, Swasti Saba Wistara merupakan predikat tertinggi untuk Kabupaten/Kota sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Sulasmi Koordinator Bidang Promosi Kesehatan di Bidang Kesehatan Masyaraat Senin 29 Agustus 2022 mengatakan, sejumlah hal telah dilakukan oleh pemerintah Kota Garam melalui dinas terkait. Dimana isu yang paling menonjol ialah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta stunting.
Salah satu program untuk menekan angka kematian ibu dan bayi ialah program konseling bagi calon pengantin sebelum menikah.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Rembang sudah menunjukkan hasil dengan menurunnya AKI dan AKB.

Untuk menekan angka stunting, gemar makan ikan menjadi salah satu langkah pemkab agar masyarakat mau mengkonsumsi ikan. Program ini menyasar ibu hamil, dan anak-anak supaya mendapatkan cukup gizi.

“Koordinator keluarga dan gizi, tetapi saling terkait. Kesehatan balita dan anak pra sekolah . Kesehatan usia reproduksi dan kesehatan. Semuanya sudah dilakukan bersama-sama untuk menuju Rembang sehat,” jelasnya.

Program pemerintah di bidang kesehatan berbuah manis, karena diganjar pada 31 Mei 2022 Bupati Rembang menerima penghargaan Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, di Deluxe Class Building – Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,
Kabar baik lainnya kasus stunting di Kabupaten Rembang masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah.
Sehingga Pemerintah Kabupaten Rembang optimistis dapat turunkan angka stunting yang semula 18 persen turun menjadi 14 persen pada 2024 sangat realistis. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…