LASEM – Pecinta Lasem menginginkan agar situs-situs kuno di Kota Pusaka Lasem, supaya bisa dirawat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya, Puji Darsono, di Pendapa Kecamatan setempat, baru-baru ini.

Puji Darsono mengatakan perlunya perawatan situs agar peristiwa hilangnya tulang belulang ikan di rumah Putri Cempa tidak terjadi lagi. Sehingga keaslian Benda Cagar Budaya bisa dilihat masyarakat peziarah yang datang ke lokasi.

“Dulu di Makam Putri Cempo Binangun, yang menjadi leluhurnya Kanjeng Sunan Bonang, berasal dari tulang belulang ikan. Tulang ikan itu dibuat rumah Putri Cempa. Masa kecil saya, itu masih. Namun ketidaktahuan Cagar Budaya, rumah itu diganti kayu jati sampai sekarang,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Dalang Gondrong ini menambahkan tulang-tulang ikan itu sekarang berserakan di belakang Makam Putri Cempo. Padahal orang tua dulu mengetahui tiang, reng dan usuknya berasal dari tulang ikan.

Begitu juga Tempayan di Situs Putri Maloko Dusun Caruban Desa Gedongmulyo, juga hilang.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Bonang, Hasan Basri pihaknya mengakui situs yang ada di Bonang dan sekitarnya dalam kondisi kurang terawat bahkan sebagian dalam kondisi rusak.

“Betul waktu saya masih kecil itu, ada. Bekas-bekas pondasi atau umpak dari tulang ikan. Tetapi sekarang, sudah tidak ada. Tinggal sedikit, tinggal kecil,” bebernya.

Sebagai pemerintah desa, menurut Hasan pihaknya sudah berusaha untuk merawat peninggalan atau petilasan yang ada di desanya. 

Salah satu yang dilaksanakan dengan melakukan jalan-jalan ke situs-situs purbakala yang ada di Bonang. Dari perjalanan itu, mereka mengidentifikasi situs-situs sejarah dan menandainya melalui GPS. 

Pihaknya berharap kepada Pemkab untuk ikut merawat, agar tidak ada tangan-tangan jahil yang merusak.

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan Pemkab Rembang telah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2014 tentang pengelolaan cagar budaya di Kabupaten Rembang. Namun saat ini perlu dirubah. Karena ada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 tahun 2022 tentang register nasional dan pelestarian cagar budaya.

“Perdanya sudah ada. Cuma sekarang ini, PPnya berubah di 2022. Perda ini harus menyesuaikan,” ujarnya.

Bupati Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga supaya melek terhadap situs-situs yang ada di Lasem. Karena saat ini, di kecamatan Lasem sebagai Kota Pusaka Lasem.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Menuju perijinan berbasis desa, DPMPTSP lakukan sosialisasi

REMBANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten…

Perang sound system, meriahkan karnaval Kampung Pancasila Kuangsan

KALIORI – Masyarakat Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Senin (5/6), melaksanakan puncak kegiatan…

2023 targetkan sasar penataan 3.000 RTLH

REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, targetkan 3.000 dari 6.000 Rumah Tidak…