REMBANG – Saluran air di sekitar rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno, dikeluhkan masyarakat. Karena sering meluap dan mengakibatkan banjir, ketika curah hujan tinggi. Sehingga perlu untuk dinormalisasi.
Kepala Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Marjoni mengatakan saluran sekitar rumah sakit menuju ke laut terjadi pendangkalan sangat parah. Ia menyebut sejauh ini belum pernah ada penanganan.
“Tahun 2020 sudah saya usulkan. Sudah terjadi banjir. Banjir sampai 2 kali yang di tahun 2022,” imbuhnya.
Ia berharap normalisasi saluran menjadi skala prioritas, karena banjir sering terjadi.
Marjoni mengungkapkan saluran itu termasuk mendesak dikeruk, guna mengurangi potensi kerawanan banjir. Mengingat besarnya air dari daerah atas, seperti Rumbutmalang, Leteh, Sidowayah maupun Kabongan Kidul sendiri, masuk ke saluran tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang untuk mengatasi masalah tersebut tahun 2023 ini.
“Bisa ndak kalau tahun ini dilakukan normalisasi. Alat punya, dana operasional juga ada. Tahun ini akan diselesaikan pak,“ tuturnya.
Bupati menambahkan sejumlah titik yang rawan memicu banjir, juga sudah dinormalisasi. Salah satunya pengerukan sungai Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori.
Sedangkan untuk sungai di Kecamatan Sumber dan Kecamatan Kaliori yang menjadi aliran Sungai Randugunting, Pemkab Rembang mengusulkan normalisasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena membutuhkan biaya lumayan besar.(Masudi/CBFM)