Penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari dana desa (BLT DD) masih berlanjut hingga tahun ini. Namun ada regulasi baru yang mengatur tentang pengalokasian dana desa untuk BLT.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Slamet Haryanto, Senin (17/1) mengatakan, pelaksanaan BLT DD tahun ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN 2022.

Dimana dalam aturan tersebut tertulis pembagian proporsi penggunaan, maka dana desa wajib digunakan untuk program perlindungan sosial dalam bentuk BLT dana desa paling sedikit 40 persen.

“Maka dana desa wajib digunakan untuk program perlindungan sesuai program perlindungan sosial berupa BLT dana desa paling sedikit 40 persen,” kata dia.

Jika dibandingkan tahun lalu, lanjut dia, pengalokasian BLT Dana Desa ditentukan melalui musyawarah desa khusus (Musdessus). Sehingga pengalokasian dana desa untuk BLT disesuaikan dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di masing-masing desa.

Slamet mengungkapkan, meski ada regulasi baru, besaran BLT yang diterima masing-masing KPM nanti tetap sama, yaitu sebesar Rp. 300 ribu. BLT Dana Desa itu juga akan diberikan selama 12 bulan.

“Jadi intinya pemerintah masih konsentrasi terhadap penanganan covid-19. Terutama untuk pemulihan ekonomi nasional. Jadi kebijakan dana desa masih untuk pemulihan ekonomi nasional dan penanganan covid-19,” imbuhnya.

Sementara besaran Dana Desa yang akan diterima masing-masing Desa, kata dia, akan berbeda-beda. Jika ditotal, besaran Dana Desa yang digelontorkan di Kabupaten Rembang kurang lebih sebesar Rp. 252 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…