Pembangunan 16 Ruas Jalan 2023 Selesai 100 Persen

 

REMBANG – Pada tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Rembang, masih fokus pada penataan infrastruktur jalan. Utamanya peningkatan dan pelebaran jalan antar kecamatan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan pada tahun 2024, salah satu ruas jalan yang akan dilebarkan yakni antara Sulang – Sumber, dengan alokasi anggaran Rp 38 Miliar.

“Insyaallah Sulang – Sumber juga akan kita lebarkan. Ora tanggung-tanggung, wuakih iki anggarane,” imbuhnya.

Ia menjelaskan sisa jalan yang masih sempit, nantinya tetap akan dilebarkan. Karena pihaknya berkomitmen tetap ingin melakukan pemerataan infrastruktur jalan yang bagus, meski terkadang muncul penilaian terjadi ketimpangan antara Rembang barat dan Rembang timur.

Sebelumnya, pada 2023 kemarin Pemkab Rembang melakukan pelebaran dan meningkatkan kualitas 16 ruas jalan antar kecamatan. 

Peningkatan infrastruktur jalan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) meliputi ruas jalan penghubung Tulung – Sumberjo di Kecamatan Pamotan, dengan nilai Rp. 3,1 miliar lebih mampu membeton sepanjang 1,9 kilometer. 

Kemudian pembetonan  jalan penghubung Tireman – Japerejo di Kecamatan Rembang sepanjang 2,29 km dengan nilai kontrak Rp. 10 miliar. Peningkatan jalan antar kecamatan Jolotundo Lasem – Japerejo Pamotan Rp. 3,38 miliar untuk pembetonan 200 meter dan pengaspalan 1,065 km. 

Dari sumber DAK yang terakhir yakni peningkatan jalan antar kecamatan Sumberagung Kecamatan Pancur – Sambong Kecamatan Sedan sepanjang 7,3 km dengan nilai kontrak Rp. 17,8 miliar lebih. Dengan rincian jalan aspal 2,68 km dan jalan beton 4,63 km. 

Selanjutnya dari dana Pinjaman pelebaran jalan Sarang – Lodan  senilai Rp. 6 miliar lebih untuk 1,8 km. Pengaspalan 2,2 km  jalan antar kecamatan Sekararum – Dresi Kulon Kecamatan Kaliori senilai  Rp. 6 miliar lebih, kemudian pelebaran jalan Slamet Riyadi Rembang Rp. 3,99 miliar untuk 2,24 km. 

Pengerjaan ruas jalan dari Dana Pinjaman lainnya yaitu pelebaran jalan KS. Tubun Rp. 1,68 milyar untuk 532 meter, pelebaran jalan Ahmad Yani sepanjang 821 meter menggunakan anggaran Rp. 2,8 miliar lebih. Dan yang terakhir pelebaran jalan Majapahit – Pahlawan Rp. 4,4 miliar untuk 2,3 km lebih. 

Pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yakni pengaspalan jalan antar kecamatan Banyuurip Kecamatan Gunem – Japerejo Kecamatan Pamotan Rp.2,1 miliar lebih  untuk 2 km dan pembetonan 515 meter jalan Pamotan – Japerejo dengan nilai kontrak Rp. 2,1 miliar lebih. Pelebaran jalan antar kecamatan Sedan – Lodan Kecamatan Sarang Rp. 1,5 miliar lebih untuk pengaspalan 800 meter. 

Peningkatan jalan lainnya dari DAU  yaitu  jalan Pasar – Pulo dengan panjang 2,7 km lebih menggunakan anggaran sebesar Rp.5,5 miliar.  Pembetonan jalan pasar Kragan ke selatan senilai Rp. 3,27 miliar untuk 764 meter. 

Sedangkan peningkatan jalan Sarang – Bonjor – Lodan Wetan didanai dari Bantuan Provinsi. Dengan nilai kontrak Rp.10, 3 miliar lebih dapat digunakan untuk pengaspalan 4,15 km. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang, Maryosa mengakui tuntasnya belasan proyek pembangunan peningkatan infrastruktur jalan tahun 2023 ini karena didukung sejumlah faktor seperti proses lelang menggunakan mekanisme e-katalog karena bisa lebih cepat dan mendapatkan penyedia yang lebih berkompeten. 

“Menggunakan e-purchasing lelangnya juga mendukung, monitoring kita juga langsung turun ke lapangan juga pengaruh, kolaborasi semua pihak, cuaca juga, ” ungkapnya. 

Selain itu, tim DPUTARU melakukan monitoring langsung ke lapangan. Selebihnya faktor cuaca yang mendukung, di tahun 2023 kemarin baru turun hujan di  bulan Desember itupun terbilang jarang. 

Maryosa mengungkapkan Bupati cukup puas melihat hasil pekerjaan jalan tahun 2023. Setelah dua hari Bupati mengalokasikan waktu untuk mengecek langsung hasil pekerjaan.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *