Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik sudah diberlakukan di Rembang dengan penggunaan kamera statis yang terpasang di perempatan jalan. Kendati demikian, dalam perjalanannya kini pihak kepolisian juga menggunakan ETLE mobile untuk memantau pergerakan lalu lintas secara fleksibel.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Dwi Panji Lestari menjelaskan, ETLE Mobile adalah alat khusus ETLE berbentuk handphone yang bisa dipakai secara mobile. Sehingga penindakan pelanggaran lalu lintas bisa menjangkau tempat-tempat yang tidak terjangkau ETLE kamera statis.

“Seperti ETLE CCTV, cuma ini lebih ke mobile. Karena ada ruas-ruas tertentu yang tidak bisa dijangkau CCTV, akhirnya kita menerapkan yang mobile ini,” terangnya.

Pihaknya menyebutkan, ada 25 petugas kepolisian dari Satlantas Polres Rembang yang diperlengkapi dengan ETLE mobile. Jadi tidak semua aparat kepolisian bisa memotret pelanggaran lalu lintas menggunakan ETLE mobile.

Karena, lanjut AKP Dwi, ada kriteria aparat kepolisian yang bisa menggunakan alat tersebut. Yakni polisi yang memiliki kompetensi penyidik, kualifikasi sarjana hukum, mengikuti pendidikan pengembangan spesialisasi lalu lintas, serta personel yang mempunyai surat perintah dari Kapolda.

“Kita sudah mulai menerapkan, jadi ada aplikasi yang di iject ke Hp anggpta kami. Untuk beberapa anggota yang sudah di inject memang harus ada aturan-aturan tersendiri seperti sprint dan sebagainya sudah kita lengkapi dan itu sudah mulai berlaku di Rembang,” ujarnya.

Terkait teknis penggunaannya, apabila ada personel kepolisian yang berboncengan menggunakan sepeda motor sewaktu berpatroli, maka yang akan mengambil gambar pelanggaran lalu lintas adalah personel yang diboncengkan.

Cara kerja alat tersebut yakni, setelah gambar pelanggaran diambil oleh petugas kepolisian, selanjutnya gambar tersebut akan dikirim ke bagian backoffice yang ada di ruangan admin.

Selanjutnya, admin akan membuat surat konfirmasi guna mencatat surat tersebut dan mengirimkannya kepada pelanggar.

Nantinya dalam surat tersebut akan tertera nomor yang bisa dihubungi untuk meminta bantuan konfirmasi dan penyelesaian tilang secara elektronik tanpa perlu datang ke kantor polisi.

“Kita kalau secara penindakan jika itu pelanggaran kasat mata, kita akan tegur secara langsung. Tapi kalau yang kita utamakan mobile ETLE untuk pelanggaran melawan arus atau sebagainya, kita tetap mengirimkan surat konfirmasi,” pungkasnya. (Dari Rembang Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…