Pasar Sumber usul jadi SNI

SUMBER – Pasar Tradisional di Desa Sumber, Kecamatan Sumber, diusulkan menjadi pasar Standar Nasional Indonesia. Diusulkannya pasar SNI karena pasar yang berlokasi di jalur antar Kecamatan Kaliori – Sumber – Sulang itu telah memenuhi persyaratan yang ada.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan pasar yang berada di utara Masjid Besar Al Marjan itu secara fisik lebih bersih dan tertata. 

“Sarana prasarana ini sudah jelas lebih bersih, lebih tertata, ada zonasi / pedagang tidak campur ada makanan basah, makanan kering, pakaian terpisah,” ujarnya.

Ia menjelaskan disamping itu dari segi infrastruktur ada ruang-ruang untuk kesehatan, ruang untuk laktasi (ibu menyusui), ramah disabilitas, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), MCKnya bagus serta bersih, penerangan cukup dan keamanan cukup.

Mahfudz menilai penunjukan pasar menuju SNI bukan terletak pada mahalnya infrastruktur tetapi pada sarana prasarana pendukung dan pemberian edukasi menjaga kebersihan kepada pedagang. Pasalnya, untuk pengadaan tempat sampah harus ada pembangunan landasan dan seterusnya. Begitu juga pos kesehatan harus ada ruangan khusus, jika belum ada harus membangun baru.

Pihaknya berharap setelah Pasar Tradisional Desa Sumber, diikuti pasar-pasar desa lainnya.

“Pasar yang terbangun baru misalnya di Gunem, Tegaldowo, di Pandangan, di Kragan, di Sarang dan di Sedan ini memungkinkan kita dorong untuk menuju SNI,” bebernya.

Mahfudz mengungkapkan untuk pengajuan Pasar Induk Kota Rembang sebagai Pasar SNI dirasa masih jauh. Karena perlu ada pembenahan-pembenahan.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *