Nelayan Berhenti Melaut Akibat Cuaca Buruk

REMBANG – Kondisi cuaca buruk beberapa hari belakangan ini, membuat nelayan di Rembang ogah pergi melaut. Sebab berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Pati – Rembang mencapai 2,5 meter.

Salah satu nelayan di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang, Hartono (51) menyampaikan sudah 3 hari ini dirinya tidak berangkat melaut. Ia tidak berani mengambil resiko melawan cuaca dengan kondisi cuaca yang buruk.

Belum lagi perahu miliknya yang ia tambatkan di Sungai Karanggeneng kondisi airnya sedang banjir. Sehingga kini ia memilih untuk hanya memperbaiki jaring sembari menanti cuaca kembali bersahabat.

“Sudah 3 hari (tidak melaut) karena gelombang besar. Sungainya juga banjir, (perahu) juga tidak bisa keluar. Tidak ada orang melaut 3 hari ini, aktivitasnya ya nganggur nunggu gelombang reda,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sujilan (61), nelayan rajungan lainnya yang terpaksa libur beberapa hari tak melaut akibat cuaca buruk. Imbasnya ia harus menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan harian selama beberapa hari ini.

“Tidak ada (sampingan lain), cuma nelayan. Kalau ombak gini tidak bisa melaut, kalau biasanya per hari kadang-kadang dapat Rp. 200 ribu, Rp. 100 ribu, kadang Rp. 50 ribu, kadang juga sepi tidak bawa apa-apa,” ungkapnya.

Dirinya berharap cuaca segera membaik agar ia beserta nelayan lainnya bisa kembali bekerja mencari tangkapan di laut. Sebab jika cuaca seperti ini berlangsung lama, dikhawatirkan kondisi perekonomiannya semakin parah.(Rendy/Msd/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *