Museum Islam Nusantara Lasem menjadi jujugan wisatawan dan peziarah

LASEM – Museum Islam Nusantara Lasem, mulai dilirik wisatawan dan peziarah. Pasalnya, museum yang satu lokasi dengan Masjid Jami’ Lasem dan Makam Mbah Sambu (salah satu penyebar agama Islam di Jawa) menawarkan sejarah Islam dari masa ke masa.

Juru Kunci Museum, Zainudin mengatakan setiap saat selalu ramai bahkan pengunjung dari luar Jawa juga datang ke museum itu. Pada hari libur pengunjung yang datang 200 lebih. Sedangkan pada hari biasa rata-rata 50 pengunjung.

“Kadang niku 1 bus. Tiyang 50 nggih wonten. Kadang nggih saking Magelang, Wonosobo. Rombongan saking Padang winginane nggih mriki. Riau nggih ziarah mriki,” imbuhnya.

Ia menjelaskan wisatawan dari Jakarta biasanya datang secara rombongan. Biasanya menginap Rumah Oei dan Rumah Kecil.

Zainudin menyebutkan wisatawan mancanegara dari Tiongkok juga pernah datang ke museum di barat Alun-alun Lasem itu untuk mengetahui Masjid yang ada sejarahnya.

Selain itu menurut Zainudin wisatawan mancanegara asal Kamboja, Thailand juga pernah berkunjung ke museum. Namun karena mencari nasab keluarga yang pernah menjadi wali. Sehingga diarahkan ke Makam Nyai Ageng Malika di Pantai Caruban, Desa Gedongmulyo dan ke Pasujudan Sunan Bonang, Desa Bonang.

Museum mulai buka 7.30 sampai 16.30. Sehingga belum sesuai rencana buka 24 jam. Karena masih terkendala dengan lampu penerangan di lantai atas belum ada.

Sementara itu salah satu pengunjung asal Bekasi, Evan menuturkan kedatangannya ke museum ingin lebih tahu tentang isi Museum Islam Nusantara.

“Sebenarnya simpel aja. Di sini ada apa saja sih. Karena kita senang mempelajari museum,” ujarnya. 

Di Museum yang berlokasi 11 kilo meter dari timur kota Rembang itu berisi peninggalan sejarah Lasem yang dibawa oleh tokoh-tokoh dari Lasem untuk jejaring ilmu ke seantero nusantara dan internasional. Di sana terdiri atas 3 bagian yaitu narasi tentang tokoh-tokoh Islam Nusantara, artefak barang-barang kuno atau peninggalan masa lalu dan turats (naskah manuskrip) dari para tokoh Islam Nusantara.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *