Ilustrasi pedagang minyak goreng kemasan di Pasar Kota Rembang
Ilustrasi pedagang minyak goreng kemasan di Pasar Kota Rembang

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang menemukan kecurangan yang dilakukan oknum pedagang minyak goreng di pasaran. Minyak goreng dari distributor yang seharusnya dijual harga Rp. 14 ribu, malah dijual dengan harga lama.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang, Mochamad Mahfudz menyampaikan ada temuan pedagang nakal di pasaran yang menjual minyak dengan harga lama. Padahal pedagang sudah mendapat kiriman minyak goreng dengan harga terbaru dari distributor.

Temuan tersebut didapat dari kegiatan monitoring harga minyak di pasaran oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang. Meski sempat mengelak jika minyak goreng yang dimilikinya merupakan stok lama, namun adanya bukti faktur membuat pedagang mengakuinya.

“Temen-temen pedagang yang dikirim dengan harga baru itu belum fair, belum menyampaikan apa adanya. Ketika kita melakukan monitoring itu masih nutupi, ini stok lama. Ini saya sudah dapat bukti faktur, bahwa ada pengiriman dengan harga baru. Mereka baru mengaku,” kata dia.

Mahfudz menerangkan, adanya program minyak goreng satu harga dijadikan celah bagi para oknum pedagang untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang akan terus melakukan monitoring untuk melindungi hak konsumen.

“Jadi ini celah yang bisa dimainkan ditingkat pedagang. Makanya nanti kita akan monitoring terus, melalui distributor mana, kemudian faktur pengiriman terakhir nanti akan kita lihat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memberlakukan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi minyak goreng curah hingga kemasan premium. Untuk aturan minyak goreng kemasan premium dengan harga Rp. 14 ribu per liter diberlakukan pada tanggal 19 Januari.

Sementara untuk minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp. 13.500 per liter, dan minyak goreng curah seharga Rp. 11.500 per liter, ditetapkan pada tanggal 1 Februari kemarin. (Rendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…