Empat desa di Kabupaten Rembang minggu depan akan melaksanakan gelaran Pemilihan Kepala Desa Penganti Antar Waktu atau (PAW). Pemilihan yang akan berlangsung musyawarah desa itu akan berlangsung pada hari Rabu Pon tanggal 23 Maret 2022.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rembang melalui Kepala Bidang Penyelenggaraan Pemberdayaan Pemerintahan Desa Nurwanto menyampaikan, sejumlah tahapan sebelum pemilihan sudah rampung dilakukan.

Pembentukan panitia, penyusunan sejumlah aturan, pendaftaran bakal calon, penelitian berkas bakal calon hingga penetapan calon menjadi calon semuanya sudah selesai. Saat ini empat desa yang akan menyelenggarakan masing-masing sudah memiliki calon untuk dipilih.

Desa Desa Turusgede, Kecamatan Rembang dan Desa Bajing Meduro, Kecamatan Sarang masing-masing terdapat dua calon kepala desa yang akan memperebutkan suara pemilihan secara perwakilan itu. Sedangkan di Desa Tawangrejo, Kecamatan Sarang, dan Trembes, Kecamatan Gunem masing-masing ada 3 calon yang sudah ditetapkan oleh panitia.

Nanti pelaksanaan bareng mas tanggal 23 Maret 2022. Kita secara lisan sudah menyampaikan. Di Desa Turusgede 2 calon, Trembes 3 calon, Tawangrejo 3 calon, Bajing Meduro 2 calon Kades. Tahapan pendaftaran sudah selesai, penelitian berkas sudah selesai, kemudian penetapan tahapan bakal calon menjadi bakal calon sudah selesai. Itulah yang berhak mengikuti pemilihan,” kata Nurwato.

Secara aturan, pemilihan nanti akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 23 tersebut. Tetapi untuk jam sepenuhnya diserahkan kepada panitia dan desa setempat.

Peserta atau pemilih sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bupati Rembang tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pilkades Antar Waktu, terdiri atas, PJ kepala beserta perangkatnya, seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Penitia Pemilihan, Ketua RT, dan Ketua RW. Selain itu ketua Lembaga Pemasyarakatan Desa, contoh, Ketua LPMD, Ketua Karang Taruna, atau Ketua PKK.

Ditambah, jika desa tersebut memiliki dusun, setiap dusun akan mendapatkan lima tambahan peserta untuk menyalurkan haksuaranya yang diambil dari unsur tokoh masyarakat atau agama. Bagi desa yang tidak memiliki dusun, maka desa tersebut mendapatkan tambahan lima pemilih untuk para tokoh tersebut.

“Kalau punya dusun ditambah lima orang maksimal satu dusunnya. Kalau desa yang tidak punya dusun maka desa itu ditambah lima orang berdasarkan kriteria tadi. Semua peserta sudah ditetapkan melalui keputusan BPB,” pungkasnya. (Asmui)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…