Pencegahan stunting dan penurunan prevalensinya  telah menjadi program prioritas nasional sejak 2018.  Stuntingadalah masalah yang kompleks, dimana upaya pencegahan untuk menekan prevalensinya harus terus dilakukan bersama antara pemerintah dan non-pemerintah, termasuk masyarakat, secara komprehensif.

Sebagai bagian dari masyarakat, remaja, yang merupakan calon orang tua dan agent of change, dapat memainkan perannya dalam penurunan stunting. Remaja yang menjalankan perilaku hidup sehat, termasuk konsumsi makanan bergizi, dan memiliki wawasan mendalam tentang stunting, akan berpotensi menyuarakan permasalahan dan dampak stunting ke sesamanya atau masyarakat yang lebih luas.

Sebagai cara mengetahui pemahaman para remaja tentang stunting dan bagaimana mengatasi stunting melalui berbagai program berdasarkan sudut pandang mereka,  Tanoto Foundation menyelenggarakan lomba penulisan cerita stuntingdengan melibatkan Tanoto Scholars dari 15 perguruan tinggi di Indonesia pada September – Desember 2020.

Hasilnya, terpilih 16 peserta dengan abstrak terbaik yang dikembangkan menjadi tulisan melalui proses coaching and mentoring oleh Tanoto Foundation. Enam belas artikel yang didasarkan pada framework Strategi Nasional Percepatan Pencegahan stunting disajikan secara menarik khas remaja, baik dari sisi visual maupun bahasa yang digunakan. Artikel-artikel tersebut tertuang dalam buku “Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting. Buku ini terdiri atas 303 halaman dan diterbitkan pada 2021 oleh Kepustakaan Populer Gramedia dan Tanoto Foundation. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI turut memberikan sambutan.

Enam belas popular feature yang ditampilkan antara lain “Remaja Laksar Penyuara Kesehatan Balita di Tanah Praja” oleh Nisrina Anis Millati. Nisrina memaparkan tentang program Garda Remaja Pencegah Stunting (GRPS) di Dusun Tawangsari, Semarang, Jawa Tengah, sebagai senjata untuk menyuarakan isu kesehatan balita. Sementara itu Talita Salsabila Kirana bicara tentang program terintegrasi untuk pemberdayaan perempuan dan remaja Indonesia melalui “Kamping; Kampungku Anti Stunting”. Masih ada 14 artikel lain dari berbagai lokasi yang tak kalah menarik.

Dari buku ini kita dapat mengambil pembelajaran bagaimana remaja melihat stunting sebagai sebuah persoalan yang harus diatasi dan menjadi bagian dari tanggung jawab mereka. Termasuk pandangan-pandangan mereka untuk merespon problema stunting sesuai kapasitas remaja. Semangatnya, remaja ingin berkontribusi dalam persoalan ini. Seperti kata Jenifer Kiem Aviani, pengulas buku ini, “Kita bisa menggunakan kekuatan sebagai anak muda dan fasilitas yang kita miliki, dari segi ekonomi maupun pendidikan, untuk bersama-sama membangun negeri. Semoga dengan buku ini, anak muda di Indonesia semakin tergerak untuk berbagi pada sesama dengan ide-ide cemerlang.”

Buku ini dapat diunduh melalui tautan https://sigap.tanotofoundation.org/p/cegah-stunting-sebelum-genting-peran-remaja-dalam-pencegahan-stunting/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…