Lumbung pangan solusi atasi inflasi

REMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mulai Januari 2024 Kabupaten Rembang ditetapkan sebagai daerah inflasi bersama dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Wonogiri. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tindak lanjut / upaya konkrit pengendalian inflasi di Kabupaten Rembang, di Aula lantai 4 Gedung Sekretariat Daerah Rembang, Rabu (20/3).

Sekda mengatakan inflasi M to M (inflasi bulan ke bulan) dari Februari 2024 terhadap Januari 2024 sebesar 0,42%.

“Inflasi disumbang dari beras 0,51%, rekreasi 0,07%, telur ayam ras 0,07%, daging ayam ras 0,06% dan es 0,04%” bebernya.

Fahrudin menambahkan inflasi Y on Y (inflasi tahun ke tahun) sebesar 4,93% dengan rincian inflasi disumbang dari beras 1,15%, bawang putih 0,22%, cabai merah 0,22%, sigaret kretek mesin 0,18% dan tomat 0,18%.

Sedangkan indeks harga konsumen berdasarkan data BPS sebesar 109,01.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan untuk mengatasi inflasi di Rembang yang sangat tinggi dengan meningkatkan pelaksanaan program dan kegiatan untuk mengimplementasikan Strategi 4K yang disepakati yaitu, mengupayakan Keterjangkaun Harga, menjaga Ketersediaan pasokan, menjamin Kelancaran distribusi, dan meningkatkan Komunikasi yang efektif. 

“Salah satunya kebijakan yang saya ambil saya ingin ada lumbung pangan. Kita beli di KUD-KUD di desa-desa yang punya gudang. Bisa menyerap hasil pertanian jangan sampai keluar” ujarnya.

Selain pengadaan lumbung pangan menurut Bupati pencegahan inflasi dilaksanakan mengendalikan harga-harga yang bisa dikendalikan seperti ketika terjadi kenaikan harga telur dengan mengintervensi transportasi.

Disamping itu mengembalikan harga pemerintah di Museum Kartini dan berkoordinasi dengan PT. Pertamina agar ketika libur panjang pendistribusian bisa diberikan sebelum atau sesudah liburan tanpa dikurangi kuotanya. Harapannya pasokan gas LPG tidak langka.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *