Peristiwa longsor menerjang tiga desa di wilayah Kabupaten Rembang. Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Satpol PP, dan sejumlah relawan serta warga bekerja keras untuk membersihkan material longsoran pada Jum’at  (18/02) kemarin.

Dua titik longsor berada di wiayah Kecamatan Sluke, yaitu Desa Bendo, dan Desa Rakitan. Sedangkan satu titik lain berada di Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) longsor terjadi secara beruntuk dihari yang sama, yaitu hari Jum’at. Di Desa Bendo terjadi pukul 08.00, Desa Sendangcoyo pukul 09.00, dan Desa Rakitan pukul 10.00 waktu setempat.

Sebelumnya pada Juma’at malam, bahkan sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang diguyur hujan merata. Kecamatan Sluke dan Lasem intensitas hujan meningkat hingga Jum’at siang.

Longsor juga menyebabkan kerusakan rumah warga. Di Desa Sendangcoyo, rumah Kusnari rusak karena matreal batu dan tanah masuk ke dalam rumah. Di Desa Bendo, tebing longsor membuat  rumah salah seorang warga harus diberi penyangga agar tidak terperosok dari ketinggian 10 meter. Sedangkan di Desa Rakitan warga harus bergotong royong membersihkan halaman rumah warga yang tertutup tanah dan batu. Karena tebing yang longsor setinggi 7 meter.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Risangsoko Christandono  mengatakan, jauh – jauh hari pihaknya sudah memetakan petensi bencana alam yang ada di Kabupaten Rembang untuk menghadapi kemungkinan cuaca buruk selama bulan Februari ini. Termasuk, longsor yang ada di wilayah Kecamatan Sluke.

Menurutnya, jika dipetakan, potensi tanah longsor jumlahnya 59 desa, yang tersebar di 12 Kecamatan. Sedangkan untuk kecamatan yang tidak ada potensi longsor yaitu, Kecamatan Sarang dan Kaliori.

Kita sudah membuat tim monitoring, untuk memonitor bencana. Tim yang lain dengan obyek yang berbeda sudah bergerak juga, memetakan bencana tanah longsor, banjir, dan bencana yang lain juga,” kata Risang.

Untuk wilayah yang memiliki potensi bencana longsor ialah Kecamatan Bulu ada dua desa yaitu Kadiwono dan Karangasem. Kecamatan Gunem ada empat desa, yaitu Timbrangan, Dowan, Kajar dan Pasucen. Kecamatan Pamotan ada dua, yaitu Joho dan Mlagen.

Kecamatan Sedan ada delapan wilayah, yaitu Candimulyo, Ngulahan, Pacing, Sedan, Karangasem, Dadapan, Kumbo serta Lemah Putih.

Kecamatan Lasem ada tujuh, yaitu Bonang, Sendangasri, Gowak, Ngargomulyo, Sendangcoyo, Kajar, serta Selopuro.

Kecamatan Kragan ada empat desa yakniTanjungsari, Terjan, Sendang dan Watupecah. Kecamatan Sluke ada tujuh desa, yaitu Sanetan, Sendangmulyo, Bendo, Trahan, Rakitan, Labuhan serta Manggar.

Kecamatan Rembang ada tiga, yaitu Kedungrejo, Tanjungsari dan Sumberjo. Kecamatan Sulang ada empat, yaitu Tanjung, Kebonagung, Korowelang dan Pedak.

Sesuai imbauan BMKG, warga Jateng termasuk Rembang diminta mewaspadai cuaca ekstrim yang berpotensi memicu longsor. Prediksi BMKG, cuaca esktrim di Jateng akan berlangsung sepanjang Februari 2022 ini. Untuk itu BPBD Kabupaten Rembang mengingatkan agar warga di daerah tersebut senantiasa meningkatkan kewaspadaan. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Pelaku Pencabulan Jalanan Babak Belur Dihajar Warga

Warga geram dengan ulah seorang pemuda asal Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Dia…

Daftar Kejadian Bencana Alam di Kabupaten Rembang 2021

Sepanjang 2021 terjadi beberapa bencana alam yang menyambangi sejumlah wilayah di Rembang.…

Tidak Ada Tanda Kekerasan Pada Tahanan Asal Jakarta Yang Meninggal di Rutan Rembang

Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rembang menegaskan tidak ada tanda kekerasan…

Truk Rem Blong di Turunan Lampu Merah di Balikpapan Ternyata Pernah Terjadi di Rembang

Masih dijumpai truk bersumbu besar melintas angkutan barang melintas di jalan dalam…