Dengan adanya Kabupaten Rembang masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, maka Pemerintah Kabupaten Rembang, akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen. Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat menerima kunjungan Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah, di Aula Rumah Dinas Bupati Rembang, Hari Kamis (27/1).

Bupati mengatakan dimintanya PTM 100% karena di desa-desa ditemukan anak kelas 2, yang belum bisa membaca dan berhitung. Pasalnya, selama pandemi Covid-19, 2 tahun itu Kegiatan Belajar Mengajar memakai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kita sudah melakukan PTM 2 bulanan. Dan hari ini, kita instruksikan supaya ada peningkatan. Setelah level 1, ada kebijakan lokal,” Imbuhnya.

Selain PTM 100 persen menurut Bupati yang semula 4 jam ditingkatkan menjadi 6 jam belajar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i menerangkan berdasarkan berdasarkan data di Dinkes, jumlah total terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 7.847 orang dengan rincian sembuh 7.085 orang, meninggal 761 orang, suspek nihil dan kasus aktif 1 orang.

“Perlu kami laporkan, 1 kasus yang muncul kemarin, tidak dirawat di Rumah Sakit di Rembang,” Jelasnya.

Ali Syofi’i mengungkapkan untuk pencegahan Covid-19 dengan vaksinasi dosis 1 sebanyak 419.969 atau 81,93% dari sasaran, sedangkan vaksinasi dosis 2 sebanyak 259.568 atau 50,64% dari sasaran dan dosis 3 sebanyak 5.504 atau 1,07% dari sasaran.

Dengan rincian lanjut usia dosis1 sebanyak 64,18%, dosis 2 39%. Anak-anak dosis 1 62,97% dan dosis 2 sebanyak 1,08%. Tenaga kesehatan dosis 1 sebanyak 137,02%, dosis 2  sebanyak133,52% dan dosis 3 atau booster sebanyak 103,58%.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid menyampaikan dari hasil kunjungan itu Kabupaten Rembang telah memenuhi 70% lebih vaksinasi dosis 1 dan tinggal mengejar di dosis 2nya yang masih dibawah 50%.

“Sehingga tadi ada permintaan tambahan untuk dosis 2,” Tuturnya.

Abdul Hamid menegaskan pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Tengah terkait kemampuan vaksin yang didistribusikan dan stok vaksin yang ada. Termasuk cakupan area yang perlu mendapat distribusi vaksin dan segmennya apakah lanjut usia, remaja, anak atau booster.(Dari Rembang Masudi melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…