LASEM – Orang Islam harus bisa mengenang lambang-lambang keislaman. Hal itu disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Anwar II, Kiai Haji (KH) Rojih Ubab Maimoen (Gus Rojih), saat berada di Pasar Kreatif Lasem, baru-baru ini.

Gus Rojih mengatakan cara mengenang lambang-lambang keislaman dengan cara merawat makam-makam para ulama terdahulu dengan memindahkan dari lokasi yang sekarang, apabila ada pembangunan yang melewati pusara ulama tersebut.

“Islam iku apik karo sapa wae. Tapi orang Islam sendiri, tetep harus mengenang apa yang menjadi lambang-lambang keislaman. Dadi aja sampek kuburane Mbah Dlowi (KH. Baidlowi), kuburane Mbah Ma’shum (KH. Ma’shum Ahmad). Lasem didadekno apa wae. Aja sampek dileh. Harus tetap dirawat,” imbuhnya.

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia juga meminta merawat pesantren-pesantren warisan yang dibuat oleh para ulama terdahulu.

Pasalnya, Nabi Muhammad SAW, ketika perjalanan Isra’ Mi’raj mampir di beberapa tempat seperti Madyan tempat syiar Nabi Syu’aib dan Sinai tempat syiar Nabi Musa.

Selain itu, dengan merawat lambang-lambang keislaman, menjadikan orang-orang suka berziarah atau bepergian ke suatu tempat bersejarah. Karena orang yang tidak pernah bepergian akan menjadi sakit-sakitan.

“Aku anut dhawuhe Mbah kula (KH. Maimoen Zubair) dan itu dhawuhe Nabi. Wong iku nglencer ben sehat. Mulane ana wong kok kulu-kulu, awake lara kabeh merga kurang refreshing” ujarnya.

Bahkan para wali songo menurut Gus Rojih ketika membuat Masjid berada di dekat Alun-alun. Sehingga Alun-alun difungsikan sebagai tempat melepas kepenatan permasalahan hidup selain beribadah kepada sang khalik di Masjid.

Walaupun begitu jika kebanyakan pergi sebagai rutinitas pekerjaan seperti sopir truk, juga akan menjadi penyakit.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Solois Rembang, Bare Lepas Single Kedua “Out of You”

Penyanyi solo (solois) asal Rembang, Bare melepas single kedua “Out of You”,…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Radio CBFM Luncurkan 9 Program Siar Kekinian

Radio Citra Bahari FM (CBFM) Rembang mulai bergerak menyasar pendengar kaum pemuda…

Barongsai dan Leang Leong Meriahkan Malam Tahun Baru Imlek

Pergantian tahun baru China ( Imlek ) 2573 di klenteng Cu An…