Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang Arif Romadlon membantah adanya pungutan Rp 100.000 untuk pelayanan uji kendaraa pada dinas yang ia pimpin.

Setelah dilakukan penelusuran, pungutan Rp 100 ribu merupakan pungutan pihak di luar Dinas Perhubungan yang menaungi bus mini yang dilakukan secara sukarela untuk kas.

“Inisiatif dari pihak koperasi yang menaungi awak bus mini. Dan itu sifatnya sukarela bukan dari kami,” kata Arif Romadlon.

Arif mengaku sudah bertemu dengan koperasi angkutan tersebut untuk memastikan benar dan tidaknya membayar Rp 100 ribu pelayanan KIR.

Berdasarkan keterangan, pihak koperasi angkutan tersebut menyebut penarikan Rp 100 ribu untuk internal, bukan untuk membayar pelayanan uji KIR.

Berdasarkan informasi itu Kepala Dinas Perhubungan meminta kepada jajarannya agar tidak mencoba bermain – main dalam pelayanan uji KIR. Karena diera digital masyarakat sudah semakin kritis.

“Saya sudah berpesan jangan sampai ada mencoba melanggar aturan. Kita terus berbenah agar menjadi lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” pungkasnya. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…