REMBANG – Perlu kita ketahui penyakit apendisitis atau lebih dikenal dengan penyakit usus buntu merupakan kondisi saat apendiks atau kantung yang menjadi bagian dari usus besar mengalami peradangan. Penyakit ini dapat dikenali sejumlah gejala darurat usus buntu.

Peradangan terjadi saat ada penyumbatan pada usus buntu. Penyumbatan umumnya membuat bakteri berkembang biak dengan cepat dan membuat usus menjadi iritasi dan bengkak.

Jika tidak ditangani dengan cepat, peradangan pada usus buntu bisa pecah dan melepaskan berbagai bakteri berbahaya ke sejumlah organ yang ada di dalam perut.

Menurut dokter Wiwid Santiko dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) menyebut ketika sudah terbentuk nanah dan tekanan semakin meningkat menyebabkan aliran pembuluh darah vena, mengalami kekurangan nutrisi dan oksigen. Sehingga mudah rapuh.

——- Insert WIWID ——-

“Jika diperparah adanya sumbatan, maka akan terbentuknya lubang sehingga akan menjadi veses dan nanahnya melebar dan menyebabkan komplikasi,” jelasnya.

Pecahnya usus buntu adalah situasi yang bisa mengancam jiwa. Umumnya, kondisi pecahnya usus buntu ditandai oleh beberapa gejala yang bisa menjadi peringatan awal bagi penderita.

Sejumlah gejala, usus buntu seperti meliputi, sakit perut, demam ringan, mual, muntah, kehilangan selera makan, sembelit dan diare.

Anda disarankan untuk segera mendatangi rumah sakit jika mengalami salah satu dari gejala berikut.

Sakit perut, bisa mengakibatkan rasa nyeri dan kram di seluruh bagian perut. Usus buntu yang membengkak dan meradang akan mengiritasi lapisan dinding perut. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang tajam, yang umumnya terjadi di bagian kanan bawah perut.

Tetapi, beberapa orang memiliki usus buntu yang terletak di belakang usus besar. Mereka umumnya akan merasakan nyeri di bagian punggung bawah atau panggul saat mengalami penyakit usus buntu.

Gejala yang kedua ialah demam ringan, pecahnya usus buntu akan menyebabkan infeksi yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Demam lebih dari 38,3 derajat Celcius yang disertai peningkatan detak jantung bisa menandakan pecahnya usus buntu.

Gangguan pencernaan, yang dapat menimbulkan mual serta muntah, kehilangan nafsu makan, sembelit, atau diare parah. Sulit buang air besar, ini menjadi salah satu tanda gangguan sebagian atau keseluruhan dari usus. Tetapi gejala yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda. Mendatangi rumah sakit merupakan cara yang tepat untuk penaganan penyakit.(As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…