REMBANG – Persoalan ekonomi akibat pandemi Covid-19 turut berdampak kepada urusan rumah tangga. Hal itu terlihat dengan jumlah kasus perceraian selama tahun 2021 yang masih menyentuh angka diatas 1000 perkara gugatan.

Berdasarkan catatan Pengadilan Agama Kabupaten Rembang, sebelum ada pandemi Covid-19 angka perceraian relatif sedikit lebih tinggi 1.400 perkara pada 2019, sedangkan 1.200 gugatan pada 2020. Sedangkan pada tahun 2021 kembali turun yaitu 1.185 perkara.

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Rembang Nur Aziroh mengatakan, memang terjadi penurunan kasus perceraian dalam dua tahun terakhir. Dia menyebut, pandemi Covid-19 yang berimbas pada sektor ekonomi berdampak pada harmonisasi keluarga.

”Untuk 2021 ini misalnya, dari 1.185 kasus ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi. Pertama terkait ekonomi. Kemudian pertengkaran dan perselisihan yang tidak ada ujungnya. Dan salah satu pihak meninggalkan atau pisah secara tidak jelas. Tetapi faktor kedua dan ketiga bila dirunut, nanti ujungnya juga masalah ekonomi,” jelas Aziroh saat ditemui di kantornya Kamis (03/02)

Menurutnya, biasanya dalam kasus-kasus itu, salah satu pihak merasa tidak puas. Tidak terpenuhi nafkah lahir. Yang paling dominan yakni terhadap posisi perempuan.

”Biasanya nafkahnya kurang atau berkurang. Kemudian mereka mengajukan cerai. Jadi, jangan heran bila dari 1.185 kasus, kategori cerai gugat atau diajukan pihak perempuan,” katanya.

Melihat kondisi itu, menurutnya Pengadilan Agama tidak tinggal diam. Dalam setiap perkara selalu didorong untuk mediasi dan damai sebelum perkara diputus. Tetapi upaya tersebut sering kali gagal.

”Hakim atau mediator sebenarnya sudah ada upaya untuk memediasi kedua belah pihak. Tapi, memang jarang yang berhasil. Tahun ini yang berhasil dimediasi dan didamaikan kembali hanya ada beberapa saja,” imbuhnya.

Dari jumlah kasus tersebut belum semuanya rampung disidangkan pada tahun 2021. Ada 19 kasus harus disidangkan pada tahun 2022 ini. Padahal Pengadilan Agama menggelar 4 kali sidang dalam seminggu, mulai hari Senin sampai dengan Kamis.

“Tak jarang kita hari Jum’at juga melakukan persidangan kalau memang diperlukan. Tapi itu tergantung situasional,” Pungkas Panitera Nur Aziroh. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…