Kampung Ramadhan di Kabupaten Rembang sudah mulai dikunjungi masyarakat pada Minggu sore (3/4) kemarin. Setelah secara resmi dibuka oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro”.

Kampung Ramadhan telah vakum 2 tahun karena pandemi covid-19. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kampung Ramadhan ada tiga titik lokasi, yang pertama di jalan dr.Soetomo dan jalan Hos Cokroaminoto dan yang baru di jalan dr.Wahidin atau perempatan zaini ke barat.

Di kampung Ramadhan ini pengunjung dapat membeli berbagai makanan dan minuman. Diantaranya pepes ikan, sate, sayur- sayuran, dimsum, bermacam minuman es seperti dawet asli Rembang dan produk UMKM Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz disela – sela meninjau stand- stand UMKM mengatakan kampung Ramadhan tahun ini dikembangkan ke jalan Dr.Wahidin. Pasalnya di lokasi yang lama yakni di dr.Soetomo dan Jl.Hos Cokroaminoto sudah banyak pedagang dan ramai.

“Ada pengembangan kali ini, disamping di sana memang sudah penuh. Jadi sudah tepat kalau ini dikembangkan sampai ke jalan dr. Wahidin,” kata Bupati Hafidz.

Bupati Hafidz berpesan kepada masyarakat agar “nglarisi” dagangan dari pelaku UKM, sebagai bentuk dukungan kebangkitan perekonomian usai badai pandemi covid-19. Namun masyarakat juga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketika berbelanja di kampung ramadan.

“Tadi kita beli macam- macam ada kolak, ada dawet , sambel petis , untuk persiapan nanti kita buka dan sahur. Saya berharap masyarakat juga begitu, tidak ribet sambil jalan- jalan kita pulang bawa kebutuhan buka dan sahur, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Mahfudz, mengungkapkan tujuan dilakukan pengembangan kampung ramadan adalah untuk memberikan pemerataan aktifitas jual beli di wilayah kota.

Pasalnya di tahun sebelumnya, pusat keramaian hanya tertuju pada satu titik yaitu di jalan dr. Soetomo hingga  Jl.Hos Cokroaminoto. Sehingga jumlah pelaku UKM yang ikut pada kampung ramadan tahun ini total bertambah hingga 400 peserta lebih.

“Maksud dan tujuannya adalah untuk memberikan ruang kepada UMKM kita. Agar setelah masa pandemi covid, 2 tahun kita off dari kegiatan kampung ramadan, hari ini bisa eksis kembali memberdayakan UMKM kita untuk bergeliat kembali sehingga perekonomian bisa bangkit dan tumbuh sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.

Salah satu pedagang berbagai macam makanan dan minuman, Supeni mengaku bersyukur Kampung Ramadhan ada lagi. Barang dagangannya laris terjual meskipun kini dia berpindah di jalan dr.Wahidin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Solois Rembang, Bare Lepas Single Kedua “Out of You”

Penyanyi solo (solois) asal Rembang, Bare melepas single kedua “Out of You”,…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…