Kue Yopia merupakan makanan khas Tiongkok dari Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, yang selalu menjadi hidangan pelengkap di setiap acara imlek. Namun pada perayaan Imlek tahun ini, penjualan Kue Yopia tak seramai perayaan Imlek tahun lalu.

Anak pemilik usaha pembuatan Kue Yopia, Tony Haryanto, Jumat (20/1) mengungkapkan, permintaan Kue Yopia di perayaan Imlek tahun ini, sangat sepi. Bahkan dirinya membandingkan penjualannya sama seperti hari-hari biasanya.

Padahal, pada Imlek tahun-tahun lalu, dirinya bisa memproduksi Kue Yopia setiap dua hari sekali karena banyaknya pesanan. Namun untuk tahun ini Kue Yopia hanya diproduksi satu minggu sekali. Itu pun hanya untuk memenuhi pesanan dari toko oleh-oleh.

Menurutnya terjadinya resesi global sedikit banyak memberi dampak pada sepinya perayaan Imlek tahun ini. Orang-orang mulai berpikir untuk meminimalisir pengeluaran yang bersifat konsumtif karena adanya penurunan pendapatan.

“Kalau Imlek tahun ini biasa-biasa saja, tidak ada kenaikan. Kalau sama tahun lalu, ramai tahun lalu. Ada kenaikan. Ya mungkin ini lagi ada resesi, banyak tamu-tamu yang biasanya berkunjung ke tempat keluarganya saat ini tidak ada yang datang,” bebernya.

Dikatakannya, ketika ramai pesanan seperti Imlek tahun sebelumnya, Kue Yopia yang diproduksi bisa mencapai 600 biji atau 60 boks. Namun untuk tahun ini hanya memproduksi kisaran 400 biji atau 40 boks.

“Ini tetap membuat untuk memenuhi permintaan toko,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Kue Yopia merupakan kue kering berkulit tipis dengan isian gula Jawa. Mungkin bisa dibilang yopia merupakan penggabungan akulturasi kuliner Tiongkok dengan Jawa.

Jika dilihat dari kulitnya saja, dibuat menggunakan bahan terigu khas makanan Tiongkok, sedangkan isiannya menggunakan gula aren yang begitu identik dengan kuliner Jawa.

Sekilas, yopia mirip nopia khas Banyumas atau bakpia dari Yogyakarta, meski tidak bisa dibilang serupa karena kue ini lebih berongga dan besar.(Dari Lasem Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…