LASEM – Menjelang Idul Fitri 1444 Hijriyah, 700 orang dari semua lintas sektor, lintas agama, lintas etnik di Kecamatan Lasem, pada Senin (17/4), mengikuti Resik-resik Lasem Kota Pusaka. Kegiatan menyasar Alun-alun Kota, Masjid Jami’, sepanjang jalan Desa Karangturi, kawasan Tembok Duwur, kawasan Makam Eyang Sambu dan jalur Pantura Lasem.

Camat Lasem, Abdul Rouf mengatakan digelarnya Resik-resik Kota Lasem untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa telah dibentuk Badan Pengelola Lasem Kota Pusaka.

“Tujuan yang pertama kita ikut menyukseskan Lasem dengan Kota Pusaka sudah dibentuk Badan Pengelola Lasem Kota Pusaka, biar masyarakat tahu. Kedua, Lasem ditunjuk sebagai Kecamatan yang mendukung program Forum Kecamatan Sehat mendukung program Kabupaten / Kota Sehat. Kota sehat di Lasem ini, banyak pasar, banyak tempat-tempat wisata dan banyak sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Rouf menambahkan tujuan lainnya dengan adanya kegiatan itu untuk menjaga kondusifitas Lasem sebagai Kota Pusaka.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Kecamatan Lasem yang sudah mengawali dan memberikan motivasi kepada masyarakat Kecamatan Lasem terutama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar apalagi Kota Pusaka Lasem menjadi kota tujuan wisata.

“Kita melaksanakan pembangunan untuk mewujudkan Rembang Gemilang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses pembangunannya. Ini merupakan wujud nyata kontribusi yang diberikan salah satu unsur masyarakat untuk membantu Kabupaten Rembang agar menjadi lebih baik. Apalagi perihal kebersihan dan sampah ini merupakan masalah yang kompleks,” ujarnya.

Bupati menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis yang digagas oleh Pemerintahan Kecamatan Lasem sebagai sarana meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan destinasi wisata, dalam hal kebersihan lingkungan. Apalagi di tempat-tempat wisata di Rembang dan khususnya Kota Pusaka Lasem kerap didatangi wisatawan baik dari luar kota maupun dari dalam Rembang yang berpotensi menimbulkan sampah. Padahal tempat wisata merupakan salah satu representasi dari kondisi kota secara menyeluruh.

Hafidz berharap kegiatan ini, tidak hanya dilaksanakan hanya sekali saja namun dilanjutkan secara terus menerus. Pasalnya, Pemkab Rembang, telah membentuk Badan Pengelola Kota Pusaka. Sehingga pihaknya memerlukan sinergitas antar komponen anak bangsa di Kecamatan Lasem yang heterogen itu.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Pelaku Pencabulan Jalanan Babak Belur Dihajar Warga

Warga geram dengan ulah seorang pemuda asal Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Dia…

Daftar Kejadian Bencana Alam di Kabupaten Rembang 2021

Sepanjang 2021 terjadi beberapa bencana alam yang menyambangi sejumlah wilayah di Rembang.…

Tidak Ada Tanda Kekerasan Pada Tahanan Asal Jakarta Yang Meninggal di Rutan Rembang

Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rembang menegaskan tidak ada tanda kekerasan…

Truk Rem Blong di Turunan Lampu Merah di Balikpapan Ternyata Pernah Terjadi di Rembang

Masih dijumpai truk bersumbu besar melintas angkutan barang melintas di jalan dalam…