REMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mencatat jalur hijau di sepanjang jalan Kartini dan Pemuda sering rusak akibat Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencemaran dan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Taufiq Darmawan.

Menurutnya PKL yang berada di jalur hijau kedua jalur tersebut rata-rata warga luar Rembang yang berjualan musiman.

Ketika ada pembeli yang datang pasti ada yang menginjak tanaman hijau, secara tidak sadar. Karena pedagang tersebut menggelar lapak dagangannya berpepetan dengan jalur hijau.

Taufiq menyebut, ada 39 pelaku usaha yang menempati badan jalan dan jalur hijau. Angka tersebut berdasarkan data petugas DLH yang mencatat pada 3 bulan yang lalu.

“Ini kami mencatat ada 39 pelaku usaha yang menjalankan usahanya di kawasan jalur hijau yang seharusnya bersih dari aktifitas jual beli. Karena keberadaan mereka selama ini berpotensi merusak jalur hijau kita ,” jelasnya.

Sebagaimana arahan pimpinan, Taufiq mengaku sudah merangkul Satpol PP, Dindagkop UKM untuk bersama – sama melakukan sterilisasi kawasan jalur hijau agar tetap terjaga.

“Jadi sebisa mungkin kita akan melakukan pengarahan terhadap para pedagang agar mau paham ini,” pungkas.(Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Jumlah Desa Butuh Bantuan Air Bersih Bertambah

REMBANG – Pergantian musim datang semakin tak menentu. Kadang musim kemarau berjalan…

Laga Perdana PSIR Raih Kemenangan 4-0

REMBANG – Laga Perdana Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) Rembang melawan Persatuan…

Seratusan Penghafal Al-Qur’an Gelar Do’a untuk Rembang

REMBANG – Seratusan penghafal Al Qur’an, Sabtu (24/9), menggelar do’a bersama untuk…

Petani tambak Kaliori, mulai panen garam

KALIORI – Petani tambak di Kecamatan Kaliori, mulai panen garam. Hal itu…