HUT PGRI dan HGN, Bupati ungkap peran dan jasa guru

SUMBER – Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan pendidikan di Indonesia. Pasalnya, Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz selaku pembina apel pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN), di Lapangan Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Sabtu (4/11), mengatakan sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat.

“Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar,” imbuhnya.

Bupati berharap agar dedikasi, tekad dan semangat persatuan  dan  kesatuan  para  guru  yang  dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa.

Hafidz mengungkapkan di peringatan HGN dan HUT PGRI yang genap berusia 78 tahun ini, merupakan usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Karena selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan. 

Disamping itu, telah banyak juga peristiwa, persoalan, tantangan dan kendala yang telah dihadapinya.

Oleh karena itu, Hafidz mengajak kepada guru dapat meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi yang lebih kuat dan bermartabat, membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota, mampu meningkatkan semangat anggota dan menggugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, termasuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat.

Orang nomor satu di Rembang ini meminta kepada para guru supaya dapat terus meningkatkan kualitas dan mengembangkan diri sebagai tenaga pengajar yang profesional. Pasalnya, dengan pengembangan profesionalisme tersebut berarti  proses improvisasi diri tiada henti, seperti meningkatkan kemampuan, wawasan, dan kreatifitas sebagai tenaga edukatif yang berwibawa dan mandiri, karena dunia pendidikan akan selalu berkembang maju seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu Ketua Pengurus Daerah PGRI Kabupaten Rembang, Jumanto menerangkan untuk memeriahkan HUT ke-78 PGRI dan HGN tingkat Kabupaten Rembang dengan kegiatan utama berupa apel guru. Namun untuk kegiatan yang melibatkan guru secara besar-besaran ditempatkan di Pengurus Cabang PGRI yang berada di 14 kecamatan.

“Contohnya dari Kaliori. Di Kaliori itu tanggal 18 Nopember ada gerak jalan dengan masyarakat di Pantai Wates dan 25 Nopember ada upacara. Semua kecamatan, sama juga”, bebernya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ serta Ketua PGRI Jawa Tengah, Muhdi itu diramaikan display polisi cilik dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Leteh, Kecamatan Rembang, Tari Gondoriyo yang diperagakan oleh guru pendidik se-kecamatan Sumber dan pementasan seni gulat Pathol Sarang dari SD negeri Temperak, Kecamatan Sarang.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *