Sistem Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW), yang hanya dipilih oleh perwakilan aparatur lembaga desa dan tokoh masyarakat dipertanyakan. Hal itu disampaikan oleh Penjabat Kepala Desa Bajingmeduro, Rosyid, dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan, di Pendapa Kecamatan Sarang, baru-baru ini.

Rosyid mengatakan pilkades yang biasanya dipilih langsung oleh masyarakat. Namun dengan adanya pilkades PAW, pemilihan hanya berlaku bagi perwakilan masyarakat. Sehingga memicu kericuhan di masyarakat.

“Pemilihan ini, kalau tidak langsung masyarakat, itu pasti akan jadi keramaian. Jangan daftar dan daftar terus diajukan. Atau dipilih lembaga. Yang memilih siapa? BPD, perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat. Itu sedikit yang membuat kericuhan di desa saya,” Imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan antara PAW dengan pilkades tidak sama. Sehingga sebagai warga yang baik, maka aturan dari pemerintah harus diikuti. Tidak mengikuti nafsu masing-masing.

“Kita ini di dalam negara. Bukan di luar negara. Jadi, kita harus ikut aturan negara,” Tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan 4 Desa di Kabupaten Rembang, saat ini, sedang memulai tahapan Pilkades Pergantian Antar Waktu. Yaitu di Desa Turusgede Kecamatan Rembang, Desa Trembes Kecamata Gunem, Desa Tawangrejo dan Desa Bajingmeduro, Kecamatan Sarang. Karena di 4 desa itu, kepala desa definitifnya meninggal dunia.

Untuk pelaksanaan pilkades Pergantian antar waktu ditetapkan serentak pada 23 Maret 2022. (Dari Sarang Masudi melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…