Cabang olahraga wushu tengah bersiap untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023 mendatang. Mulai dari para atlet hingga porsi latihan sudah disusun oleh pengurus Cabor wushu Rembang.

Ketua pengurus cabor wushu Rembang, Bisri Cholil Laquf menyampaikan, beberapa atlet wushu Rembang yang saat ini berada di luar daerah sudah masuk dalam radar pengurus. Nantinya mereka akan dipanggil dan diikutkan perhelatan setahun sekali itu.

Ia mengungkapkan, perkembangan wushu di Kabupaten Rembang sebenarnya tidak pasang surut. Hanya saja adanya pandemi covid-19 pada tahun-tahun sebelumnya yang mengakibatkan beberapa cabor terkena imbasnya dan terpaksa vakum seperti wushu.

“Kalau dibilang pasang surut tidak, karena selama kemarin itu tidak muncul karena pandemi covid-19 dan juga banyak atlet yang keluar dari Rembang untuk menjalani kuliahnya. Jadi dari pengurus baru ini ingin memunculkan kembali wushu,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut dia, saat ini persiapan para atlet wushu untuk mengikuti Porprov 2023 sudah mencapai 70 persen. Beberapa atlet wushu Rembang bahkan sudah yang pernah mengantongi beberapa mendali.

“Untuk persiapan altetnya sudah 70 persen, tinggal nanti kita panggil, kita kumpulkan dan kita briefing kembali. Insyaallah minta doanya saja, paling tidak wushu menjadi prioritas di Rembang dalam porprov 2023,” terangnya.

Pihaknya menambahkan, pengurus wushu juga telah menetapkan porsi latihan untuk para atletnya. Rencananya para atlet akan mengikuti latihan 3 kali dalam satu Minggu di Gedung Hijau komplek Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…