Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bersama Pabrik Rokok Sukun Kudus, hari Selasa (12/4), memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini bagian dari santunan 10.000 anak yatim itu dilaksanakan Pendapa Museum RA. Kartini.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemun Zubair mengucapkan terima kasih kepada Pabrik Rokok Sukun sebagai stakeholder yang membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan.

Pada tahun 2021, di Jawa Tengah ada 4 Kabupaten / Kota yang ditunjuk. Dan di tahun 2022, ada 19 Kabupaten / kota yang menjadi kota merah,” imbuhnya.

Pejabat asal Rembang itu mengungkapkan santunan anak yatim juga dilaksanakan Pemprov Jateng kepada anak yang terdampak adanya pandemi Covid-19 yang harus kehilangan bapak/ibunya. Dengan jumlah total 7.967 anak. Dengan stakeholder dari Badan Amil Zakat Nasional provinsi Jawa Tengah.

Putra almarhum ulama asal Sarang, Kiai Haji Maemoen Zubair itu mengharapkan walaupun hidup sebagai anak yatim, ada semangat hidup. Karena Nabi Muhammad sebagai panutan umat Islam juga terlahir sebagai anak yatim. Selain itu pemilik madzhab di Indonesia seperti Imam Syafi’i dan Imam Hambali juga dibesarkan oleh ibunya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz menghimbau jangan berkecil hati sebagai anak yatim karena anak yatim menjadi anak istimewa dan diistimewakan Allah SWT. Contohnya Nabi Muhammad menjadi orang termulya.

“Anak yatim menjadi anak yang istimewa dan diistimewakan oleh Allah SWT. Beda dengan yang lain,” Tambahnya.

Perwakilan PR. Sukun, Helmy Tas’an menerangkan kegiatan Santunan 10 Ribu Anak Yatim merupakan agenda rutin tahunan pabrik rokok asal Kudus tersebut. Pada tahun ini, dilaksanakan di 10 kota yakni Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Kabupaten Kudus.

“Tahun ini merupakan pelaksanaan ke lima sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 2018,” Jelasnya.

Helmy Tas’an menyebutkan di setiap kota, PR Sukun memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim non panti binaan NU Care Lazisnu sebanyak 700 dan binaan Lazismu sebanyak 300. Dimana santunan yang diberikan pada tahun ini sama dengan tahun 2021, yakni berupa uang tunai dan beras.(Dari Rembang Masudi melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…