Edarkan Pil Koplo, Seorang Nelayan Diringkus Polisi

 

REMBANG – Seorang nelayan warga Desa Meteseh Kecamatan Kaliori harus berurusan dengan aparat hukum. Setelah, laki-laki (38) berinisial NN itu ketangkap basah mengedarkan pil koplo berlogo “Y”.

Dari tangan pelaku, Satuan Reserse Narkoba Polres mengamankan sedikitnya 1.400 butir pil koplo berlogo ” Y”.  Berdasarkan keterangan tersangka pelaku, barang haram itu sering dijual kepada sesama nelayan juga dega harga Rp 40 ribu per 1 klip isi 10 butir pil.

Kasat ResNarkoba Iptu Dwi Agus Istiyono menyampaikan, kasus ini bermula dari laporan warga pada Senin (19/2) kemari terkait adanya penjualan obat-obatan tanpa memiliki izin edar atau sediaan farmasi di sekitar Desa Pantiharjo, Kaliori, Rembang.

“Di sekitar Desa Pantiharjo Kecamatan Kaliori terdapat informasi adanya penjualan obat tanpa ijin edar sediaan farmasi,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan sekaligus penggeledahan terhadap pelaku, lanjut Agus, polisi menemukan sejumlah barang bukti dari dalam kamar pelaku. Yakni berupa satu buah toples berisi 200 butir pil koplo berlogo ‘Y’. Selain itu, polisi juga menemukan dua botol, yang juga berisi pil yang sama.

“Jadi yang diamankan oleh petugas berupa tablet yang dikemas dalam klip plastik dengan isi 10 butir tablet. Jumlahnya total ada 1.400 butir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Rembang Ipda M. Ansori menerangkan tersangka pelaku sudah satu setengah tahun berjualan pil koplo tersebut. Rata-rata dijual kepada teman-temannya sesama nelayan sebagai doping saat bekerja.

“Isi 10 (butir) dijual Rp 40 ribu, keuntungannya 50 persen (dari harga jual). Pelaku ini kulakan atau membeli obat ini dari Juwana. Ini sedang kami lakukan penyelidikan terhadap pelaku yang menjual kepada tersangka,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, tersangka dijerat dengan Pasal 435 Juncto Pasal 138 Ayat 2 dan atau Pasal 436 Ayat 2, Undang-undang Republik Indonesia, Nomor 17 Tahun 2023. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 5 Miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *