Dintanpan mulai kampanyekan smart farming

SUMBER – Dinas Pertanian Dan Pangan (Dintanpan), saat ini, mulai menggiatkan kampanye smart farming atau pertanian cerdas. Agar tanah tidak terlalu rusak.

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan dalam penggunaan pupuk kimia, harus sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman, bukan mengacu kebiasaan petani. Dinasnya sudah mempunyai alat tester tanah, guna mengukur kebutuhan pupuk.

“Alah biasane semene, dipupuk semene. Nggak seperti itu, tapi diukur pakai tester tanah. Dites dulu, nanti rekomnya keluar, tanah seperti ini butuhnya Urea dan NPK sekian, sehingga kekhawatiran rusak tanah karena pupuk melebihi dosis, bisa dikurangi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan jumlah ternak di kota garam sangat banyak, harapannya mampu menghasilkan pupuk organik yang memadai. Sehingga jangan sampai ternaknya di sini, kotorannya dibuang ke daerah lain sudah dalam bentuk pupuk organik.

Selain itu menurut Agus Iwan pihaknya sudah menggencarkan pemakaian pestisida nabati. Sehingga dapat menekan penggunaan pestisida kimia. Pasalnya, penggunaan pupuk kimia selama puluhan tahun dikhawatirkan memicu kerusakan kualitas lahan pertanian.

Sebelumnya, salah satu petani di Desa Polbayem Kecamatan Sumber, Solikin mengaku khawatir terhadap sektor pertanian antara 5 atau 10 tahun ke depan.

“Hewan-hewan di sekitar kita akan semakin tidak ada, karena penggunaan pupuk kimia berlebihan. Rusaknya lingkungan ditandai kian panasnya cuaca sekarang, padahal dulu sejuk. Hutan mengalami pengrusakan luar biasa, sawah sudah terlalu banyak pupuk kimia” bebernya.

Solikin berharap dinas terkait turun tangan, dengan meningkatkan edukasi serta menggulirkan kebijakan yang lebih ramah lingkungan.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *