REMBANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang menegaskan jika dana desa dapat dialokasikan untuk bantuan air bersih bagi desa yang mengalami krisis air bersih.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinpermades Kabupaten Rembang, Slamet Haryanto kepada Radio CBFM, Sabtu sore (17/09).

Menurutnya setiap desa memiliki dana untuk pos kebencanaan yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana. Termasuk kekeringan, maupun banjir saat musim penghujan.

Kata dia, untuk proses pencairan dana desa yang dialokasikan untuk bantuan air bersih prosesnya dapat dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Sangat bisa kalau mau digunakan untuk bantuan air bersih. Karena itu masuk kategori bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan desa yang terdampak kemarau. Desa tersebut sudah mulai mengalami kekurangan air maka anggaran tersebut bisa digunakan.

Mengenai berapa persen alokasi untuk bantuan kekeringan, menurut Slamet setiap desa alokasinya berbeda-beda.

Tetapi untuk bantuan krisis air bersih dapat dialokasikan sesuai dengan kebutuhan warga, atau masyarakat.

“Kalau ini gak ada berapa persennya ini tergantung kebutuhan masyarakatnya,” bebernya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun tercatat sudah ada 199 desa di Rembang yang mengalokasikan dana desa untuk kebutuhan air bersih.

Saat ini, Rembang masuk dalam status siaga darurat kekeringan. Total sudah ada 31 desa yang terdampak kemarau.(Asmui/Msd/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

UPK ikut bantu kekeringan di Kecamatan Sumber

SUMBER – Krisis kekurangan air bersih akibat el nino di beberapa desa,…

Beredar Vidio Wajah Perempuan di Kragan Bersimbah Darah

KRAGAN Seorang perempuan di wilayah Kecamatan Kragan menjadi korban penganiayaan yang diduga…

3 Desa di Lasem jadi sasaran sosial IAI

  LASEM – Hingga saat ini ada 31 desa di kabupaten Rembang…

Rumah di Pakis terbakar, kerugian ditaksir Rp 30 Juta

SALE – Rumah milik Sukrin (63 tahun), warga RT 3 RW 2,…