Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Dinindagkop UMKM) Kabupaten Rembang menggelar sosialisasi penempatan pedagang di pertokoan wilayah kota pusaka Lasem depan masjid Jami’ yang saat ini diberi nama pasar kreatif Lasem, Selasa (20/9).

Kegiatan yang berlangsung di ruang serba guna lantai 3 pasar kreatif Lasem itu dilakukan agar tidak terjadi salah paham terkait penempatan pedagang. Karena tidak lama lagi para pedagang bakal menempati 137 kios yang saat ini sudah siap untuk ditempati.

Kepala Dinindagkop UMKM Kabupaten Rembang, Mahfudz menyampaikan sosialisasi itu penting dilakukan untuk menyampaikan mekanisme pengembalian pedagang yang sudah memiliki kartu tanda dagang (kartadag) ke pasar kreatif Lasem. Pasalnya, seluruh pedagang saat ini ingin menempati lantai 1.

Untuk itu para pedagang diberi pemahaman bahwa pasar kreatif Lasem dibuat sistem zonasi. Dimana lokasi para pedagang ditentukan berdasarkan jenis jualan dan tingkatan partisipasi memberi kontribusi dalam pembangunan melalui keputusan Bupati tahun 1996 lalu.

“Ada yang klasifikasi A itu dulu menyumbang Rp. 8 juta, klasifikasi B Rp. 7 juta dan C Rp. 6 juta. Juga ada pedagang yang tidak berkontribusi, artinya dia langsung menempati dan membayar retribusi sewa,” kata dia.

Berpedoman data itu, lanjut dia, para pedagang nantinya akan mengikuti undian berdasarkan kelompok jenis dagangan dan klasifikasi untuk menempati kios. Misalnya, pedagang dengan klasifikasi A akan mengambil undian bersama pedagang klasifikasi A lainnya yang memiliki dagangan yang sejenis.
“Mungkin untuk klasifikasi A ini ada nilai lebih, mungkin lokasinya agak di depan, agak strategis dan seterusnya. Jadi (klasifikasi) A akan bertaruh dengan (klasifikasi) A sesuai dengan zonasi. Misalnya di konveksi, kita akan kelompokkan,” terangnya.

Mahfudz menambahkan, pengundian penempatan pedagang sesuai kesepakatan para pedagang akan dilakukan pada Rabu (21/9) besok. Dari jumlah 143 kios yang tersedia di pasar kreatif Lasem, nantinya akan menyisakan 6 kios yang rencananya ditempati oleh forum UMKM, dekranasda, takmir masjid dan fasilitasi BUMN atau BUMD.(Dari Lasem Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…