Desa Jadi Prioritas Pembangunan

REMBANG – Desa sekarang menjadi prioritas pembangunan. Hal itu setelah terbitnya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan sebagai bukti desa menjadi prioritas pembangunan dengan digelontorkannya Dana desa di Kabupaten Rembang sebesar Rp 240 Miliar akan digelontorkan pada tahun 2024 ini. Ada pula alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 97 Miliar, kemudian dana bagi hasil Rp 12 Miliar, bantuan kabupaten maupun bantuan provinsi, yang semuanya langsung masuk ke desa.

“Masih banyak lagi. Masih ditunjang dana BAZNas. Ketika desa belum mampu mengatasi masalah sosial. BAZNas juga mempunyai peran ke sana untuk membantu,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan apa yang disampaikan, mungkin memicu pertanyaan dari kepala desa. Soal keuangan baginya, semua harus dibuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan. Karena dana yang masuk ke desa, benar-benar digunakan untuk kemajuan desa.

Hafidz menjelaskan ketika pendapatan negara naik, siapapun presidennya dana desa otomatis akan ditingkatkan. Karena merupakan amanat dari undang-undang desa.

“Kalau dulu Pak Camat garisnya komando. Kabeh desa kudu anut Pak Camat. Sekarang garisnya koordinatif. Karena memang lahirnya undang-undang sebagai kebijakan pemerintah membangun negara diawali dari pinggir. Dari desa-desa,” ujarnya.

Terbitnya undang-undang menurut Hafidz dilatarbelakangi masih adanya desa-desa tertinggal di Indonesia yang jumlahnya hampir 13 ribu.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *